Bergabung dengan Dompet Dhuafa melalui mengajukan diri untuk program dakwah Dai Ambassador. Setelah mengikuti rangkaian seleksi, Ustazah Maryanti lolos untuk ditugaskan ke Hong Kong. Dari 29 Dai, terdapat 2 Daiyah, khusus untuk Hong Kong & Macau, karena permasalahannya kompleks dengan para Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Maka dibutuhkan Daiyah untuk lebih mengayomi perempuan. Agar lebih terbuka ketika mengungkapkan masalah, berbeda jika bertanya pada ustad jadi kurang tebuka jika mencurahkan masalah rumah tangga, solusi agar tetap utuh walau berjauhan, juga masalah anak,” lanjutnya.
Ia juga melihat para PMI di Hong Kong adalah wanita hebat yang luar biasa, bahkan rela merubah kodrat dari tulang rusuk menjadi tulang punggung. Mereka berpikir agar anak-anaknya kelak dapat sekolah yang tinggi dan memenuhi kebutuhan keluarga.
“Saya lihat mereka itu sebagai srikandi-srikandi Indonesia. Namun tentang sedekah dan zakat, mereka untuk mengeluarkan sesuatu itu tidak sulit. Karena mungkin mereka punya uang dan hatinya mudah tersentuh, akhirnya mudah mengeluarkan rezekinya,” aku ustazah Maryanti.
(Muhammad Saifullah )