Kerja sama Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Yogyakarta dengan Pesantren Gontor Jawa Timur, Masjid Jogokaryan menyelenggarakan sekolah kepemimpinan.
Sebagian dengan merekrut Mahasiswa UGM yang memenuhi persyaratan dan kualifikasi yang ditentukan untuk ditempatkan di masjid-masjid.
(Foto: Pixabay)
"Pesantren Gontor punya kualifikasi pendidikan kader ulama, sementara Masjid Jogokaryan dikenal sukses dalam manajemen masjid. Diharapkan sinergi ini menghasilkan calon-calon pemimpin yang mumpuni," ujar Ketua Pembina YDSF Yogyakarta Muhammad Jazir kemarin.
"Mahasiswa yang direkrut dengan IP bagus, hafal Alquran, dan masuk asrama bisa menjadi imam masjid, Mereka bisa belajar pengelolaan masjid," terang Jazir.
Jazir menyebutkan, banyak masjid membutuhkan manajer dan pengelolaan yang baik. "Masih banyak masjid yang tidak bisa mandiri, terkendala modal dana.
"Masjid Jogokaryan menjadi percontohan Masjid Mandiri. Bahkan masjid kami bisa menjadi payung masyarakat di sekitarnya," jelas Jazir.
Lulusan sekolah kepemimpinan Masjid Jogokaryan ini bisa ditempatkan di masjid mana pun dan bisa mengembamgkan masjid seperti Masjid Jogokaryan. "Kepemimpinan masjid ini juga bisa diterapkan dalam kehidupan sosial dan bernegara," tegas Jazir.
(Dyah Ratna Meta Novia)