Ini Studi NU Soal Gerakan Islam di Kampus-Kampus Negeri

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Kamis 27 Juni 2019 20:48 WIB
Kampus jadi tempat mahasiswa belajar, di sana gerakan Islam juga sering masuk (Foto: Anadolu)
Share :

Mantan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto menyangkal anggota eks-ormasnya terlibat dalam gerakan Islam eksklusif di lingkungan kampus, seperti yang dipaparkan dalam temuan penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (LPPM UNUSIA).

"(HTI) sudah dicabut badan hukumnya, sudah tidak ada kegiatan atas nama HTI," ujar Ismail melalui sambungan telepon kepada BBC News Indonesia saat ditanya soal gerakan Islam di kampus.

 

(Foto: BBC)

Penelitian LPPM UNUSIA mengungkap tumbuh suburnya sejumlah gerakan Islam eksklusif, yang juga disebut sebagai Islam transnasional di sejumlah kampus negeri yang menjadi objek penelitian mereka di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Satu tarbiyah, kemudian yang kedua hizbut tahrir, (sementara) salafi itu minoritas," papar peneliti LPPM UNUSIA, Naeni Amanulloh, dalam pemaparan hasil penelitian timnya, Selasa (26/6/2019).

Menurutnya, penyebarluasan gerakan itu dilakukan melalui pengkaderan di sejumlah lembaga keagamaan kampus.

"Lewat LDK (Lembaga Dakwah Kampus). Kegiatannya ada AAI, asistensi agama Islam," lanjut Naeni.

Islam eksklusif sendiri dimaknai peneliti sebagai gerakan Islam di kampus yang berkiblat ke organisasi atau paradigma Islam di Timur Tengah. Sebaliknya, gerakan yang merujuk kepada paradigma Islam di Indonesia, dianggap sebagai Islam nasional atau inklusif.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya