Lebih lanjut ia mengatakan, selama ini terjadi politik identitas yang melahirkan pandangan atas nama agama yang problem. Mereka tidak menampilkan Islam yang sejuk, tapi garang.
“Dalam situasi seperti itu, NU dengan pandangan Islam yang moderat menjadi semacam angin segar. Itu yang membuat masyarakat tertarik, 'ini lho Islam yang dirindukan’. Dakwah NU jadi solusi memberikan ketenangan batinnya,” jelasnya seperti dilansir NU Online.
Ia menjelaskan, Ivan telah tinggal di Indonesia selama setahun. Kemudian dari lingkungan, ia mengetahui NU dan pandangan keislamannya. Kemudian ia mencari tahu sendiri via dunia maya.
Setelah memiliki pengetahuan tentang itu, ia punya ketertarikan yang tinggi terhadap Islam dan datang ke PBNU untuk masuk Islam.
(Dyah Ratna Meta Novia)