PENGHAKIMAN terhadap anjing masih kerap dilakukan sebagian orang. Alasannya ialah hewan tersebut membawa najis dan itu tidak disukai Allah SWT. Namun, apakah memang seperti itu faktanya?
Dalam Islam, Muslim diminta untuk selalu menjaga kebersihan tubuhnya, termasuk jauh dari najis. Hal ini berkaitan erat dengan ibadah yang dilakukan yang semestinya dalam kondisi suci atau bersih dari kotoran atau najis. Tapi, apakah memang anjing membawa najis?
Pertanyaan ini bisa dijawab dengan kalimat yang ditulis dalam buku pintar "Sains dalam Alquran: Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah" karya Dr Nadiah Thayyarah, anjing menularkan beragam penyakit dan dia termasuk dalam hewan najis.
Lantas, bagaimana dengan kucing? Kenapa hewan yang satu ini dianggap paling baik untuk dipelihara para Muslim?
Diterangkan di sana, kucing adalah salah satu hewan yang paling bersih menurut perspektif medis, karena dia tidak membawa bakteri dan mikroba, kecuali bakteri yang menyebabkan penyakit kebutaan.
Penyakit kebutaan itu menular melalui tinja kucing. Jika hewan lain memakan tinja kucing, penyakit akan berpindah padanya. Kemudian apabila hewan yang memakan tinja kucing tersebut disembelih dan dimakan dagingnya, penyakit kebutaan akan menulari manusia yang memakannya.
Mahasuci Allah yang telah menjadikan kucing mempunyai naluri untuk selalu mengubur tinjanya sehingga tidak dimakan oleh hewan lain dan dengan demikian berarti kucing telah menunaikan tanggung jawabnya.
Oleh sebab itu, kucing dibedakan dari anjing dan dikatakan Rasulullah, "Sesungguhnya kucing tidak najis. Dia hanyalah satu di antara hewan-hewan di sekeliling kalian."
Meski dikatakan najis, ternyata anjing punya manfaat tersendiri dan ini tentunya diberikan Allah SWT. Apa manfaat itu?
Indera penciumannya adalah salah satu keistimewaan anjing. Hal ini yang membuat dia berbeda dari hewan lain dan Allah SWT menjelaskan kalau anjing punya manfaat dari kelebihan tersebut, apa itu?
Pertama, indera penciuman anjing sejuta kali lebih peka dibandingkan indera penciuman manusia. Kemudian, anjing mampu mengenali sekitar 100 ribu orang melalui bau mereka. Syaratnya, harus diberi kesempatan untuk mencium baunya.
Lalu, memori anjing mengandung jutaan bau yang berbeda-beda. Anjing juga diketahui mampu membedakan air asin dan air tawar melalui baunya. Kemudian, sel-sel indera penciuman manusia hanya sebesar 5 centimeter persegi, sementara anjing mencapai 150 centimeter persegi.
Anjing juga mampu mengetahui adanya beberapa gram zat narkotika yang diletakkan di dalam kaleng tertutup yang disembunyikan lagi di dalam kemasan tertutup dan diletakkan di dalam kotak, dan kotak tersebut berada di antara 100 kotak yang serupa.
Keistimewaan lain yang perlu diketahui ialah beberapa negara menggunakan hewan ini untuk mendeteksi kebocoran gas pada pipa-pipa yang ditanam di bawah tanah. Anjing akan menelusuri pipa itu dan akan menggonggong bilamana menemukan bau gas sebagai pertanda kalau dia menemukan lokasi kebocoran gas tersebut.
(Dinno Baskoro)