MAKASSAR – Berhaji merupakan impian seluruh Muslim sebagai pelengkap ibadah dari rukun Islam kelima. Berbagai upaya untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah pun dilakukan dengan tujuan ibadah ke Tanah Suci.
Ini pula yang dilakukan seorang jamaah calon haji (JCH) asal Desa Majannang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, bernama Sama' bin Japa'. Ia rela merantau menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Serawak, Malaysia, demi melaksanakan ibadah haji ke Baitullah.
Baca juga: Kesan Menag Lukman saat Masuk Ruangan Dalam Kakbah
Sama' yang ditemui di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Selasa 9 Juli 2019, mengemukakan dirinya rela menjadi tukang batu hingga kuli bangunan demi berhaji dan mengunjungi Kakbah di Makkah, Arab Saudi.
"Kalau ada yang tanya saya uang untuk naik haji dari mana, saya jawab ini betul-betul adalah hasil keringat, karena selama saya kerja di sana, keringat terus menetes," cerita Sama', seperti dikutip dari Antaranews, Rabu (10/9/2019).
Bersama sang istri, Sama' telah merantau ke Negeri Jiran sejak 2007. Lalu dua tahun kemudian, tepatnya pada 2009, ia mendaftarkan diri sebagai jamaah calon haji daftar tunggu Kabupaten Gowa.
Menjadi TKI bersama sang istri yang bernama Misa, Sama' mengakui membantu keuangan keluarganya. Apalagi, istrinya juga turut bekerja sebagai petani sawit di Serawak.
Baca juga: Cerita Petugas Haji 13 Tahun Tinggalkan Keluarga demi Melayani Tamu Allah
Upah yang diterima fluktuatif, sekira 1.000 hingga 1.500 ringgit atau senilai Rp3,5 juta per bulan, bahkan lebih. Alhasil, pasangan suami-istri ini mendaftar haji bersamaan dan diberi rezeki berangkat bersama setelah 10 tahun menunggu.
"Inilah berkahnya. Kami pulang 2009 langsung buka setoran haji dan tinggal di kampung dulu selama dua tahun. Karena tetap ingin mengusahakan mencari rezeki, kami kembali lagi jadi TKI tahun 2011. Di sana memang banyak pekerjaan jika memang niatnya untuk kerja," ungkap Sama'.