Bukan sekedar adil, perilaku orang yang akan berpoligami juga tidak boleh menyimpang. Karena tanggung jawab menjaga istri dan anak, terutama dalam menafkahi sangat berat.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam sendiri bersabda: “Ya Allah inilah pembagianku dalam apa yang aku punyai (mampu melakukannya, yaitu urusan nafkah dan menginap) dan janganlah mencelaku pada apa yang Engkau punya dan tidak aku punya (urusan hati).” [HR. Abu Dawud]
Tapi fenomena yang terjadi banyak laki-laki yang poligami dan berlaku tak adil. Mulai dari lebih menyayangi istri muda, sampai terkadang istri tuanya "dilupakan". Beberapa bahkan memilih tinggal serumah, yang pasti risikonya besar.
"Sayangnya banyak laki-laki yang sembarangan ingin berpoligami sebab biasanya hanya menuruti nafsu birahi belaka, tanpa bisa bersikap adil," terangnya.
Rasulullah bersabda: “Keluarga Bani Hasyim bin Mughirah meminta izin untuk menikahkan anak perempuan mereka dengan Ali bin Abi Thalib, maka aku tidak mengizinkannya, aku tidak mengizinkannya, aku tidak mengizinkannya, kecuali bila Ali menceraikan putriku dan menikahi anak perempuan mereka. Sungguh Fathimah adalah bagian dari diriku, meragukanku apa yang meragukannya, menyakitiku apa yang menyakitinya.” [HR. Bukhari dan Muslim].
(Martin Bagya Kertiyasa)