Untuk menutup perbincangan, Ali Masykur Musa mengaskan kembali agar umat manusia tidak menghardik dan menyia-nyiakan anak yatim, apalagi memakan harta mereka secara tidak benar. Sebab orang yang melakukan hal tersebut termasuk orang-orang yang mendustakan agama.
"Kalau kita tidak mau dinilai menjadi orang yang mendustakan agama, maka jangan menyia-nyiakan anak yatim. Jangan menghardik anak yatim dan jangan memakan hartanya anak yatim," papar Cak Ali.
Hal ini seperti yang tertera dalam surah Al-Ma'un yang menjelaskan ciri-ciri orang yang mendustakan hari pembalasan dalam surah Al-Ma'un. Di antara sifat orang yang mendustakan hari pembalasan adalah tidak punya kasih sayang pada anak yatim dan orang miskin.
Allah Ta’ala berfirman,
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3) فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6) وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (7)
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’ dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS. Al Ma’un: 1-7).
(Dyah Ratna Meta Novia)