Permintaan PPIH ini masih dalam kajian Otoritas Bandara King Abdul Aziz yang bernaung di bawah GACA. "Pejabat tinggi di sini mengatakan akan mengusahakan untuk mencari solusi bila dimungkinkan, dan akan diusahakan supaya bisa seluruh penerbangan fase dua ini mendarat di Jeddah," ungkapnya.
Lebih lanjut Cecep memastikan jika permintaan tersebut tidak terpenuhi, PPIH sudah mempersiapkan terkait fasilitas layanan jamaah haji usai mendarat di Bandara di Madinah untuk menuju ke Makkah.
Layanan Shalawat akan Antar Empat Kloter Selesaikan Umrah Wajib
Sementara, Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid juga telah menyiapkan langkah antisipasi bila empat kloter tersebut tetap harus mendarat di Bandara AMMA Madinah. Salah satunya dengan menyiapkan layanan bus shalawat khusus untuk mengantar jemaah menyelesaikan umrah wajibnya di Masjidil Haram.
Menurut Subhan, sebenarnya layanan bus shalawat ini kan akan terhenti tanggal 5 Agustus 2019. Karena bis-bis tersebut akan ditarik oleh naqabah untuk pelayanan transportasi masyair. “Namun kami sudah koordinasi dengan naqabah dan syarikah, untuk kloter-kloter tersebut kami akan siapkan beberapa armada untuk kebutuhan khusus jemaah menyelesaikan umrah wajibnya. Sampai dengan mereka kembali ke pemondokan,” ujar Subhan.
Untuk layanan akomodasi, Subhan mengaku pihaknya juga telah menyiapkan pemondokan-pemondokan bagi jamaah-jamaah tersebut. “Mengenai akomodasi, memang suah disiapkan untuk kloter-kloter tertentu tinggal menempati saja. Sesuai dengan jadwal kedatangannya,” tuturnya.
Subhan pun mengaku akan meminta petugas sektor maupun sektor khusus untuk memberikan perhatian khusus bagi pelaksanaan ibadah empat kloter tersebut. Apalagi, empat kloter tersebut, usai menempuh perjalanan panjang dari Tanah Air dilanjutkan perjalanan darat Madinah – Makkah tentunya diprediksi akan mengalami kelelahan dibandingkan kloter yang terlebih dahulu transit di Madinah atau yang mendarat di Jeddah.
“Waktunya juga sangat pendek, karena mereka harus segera menyelesaikan umrah wajibnya, karena di lusanya, jamaah tersebut harus sudah berangkat ke Arafah. Oleh karena itu, kita akan persiapkan seluruh kebutuhannya dengan para Kasektor yang akan menjadi tempat tinggal bagi jamaah tersebut. Dan memberikan perhatian khusus,” ujar Subhan.
(Arief Setyadi )