MAKKAH - Khusus di Makkah, penyedia katering berkomitmen menyajikan menu tambahan bubur kacang hijau setiap usai Salat Jumat.
"Jadi bagi jamaah yang misalnya tinggal di Makkah selama 20 hari, maka paling tidak, ia minimal dapat menikmati bubur kacang hijau sebanyak dua kali," kata Kabid Katering PPIH Arab Saudi Abdullah di Makkah.
Selain itu, dia menjelaskan, menu lokal sesuai zonasi memang menjadi salah satu inovasi yang diusung dalam pelayanan Ibadah haji tahun ini. Menu ini akan diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pada makan malam setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Dengan pengaturan menu zonasi, jamaah akan memperoleh makanan khas asal daerah embarkasi masing-masing.
"Untuk Kamis ini, jamaah yang berasal dari Embarkasi Makassar (UPG) misalnya, memperoleh menu zonasi ayam rica-rica dengan potongan wortel dan timun rebus," jelas Abdullah.
Lain lagi menu yang dihadirkan bagi jamaah asal Batam (BTH). Mereka memperoleh menu gulai ayam. Menariknya, gulai ayam yang dibuat tidak menggunakan santan kelapa.
"Ini dilakukan untuk menghindari basi bila menggunakan santan akan cepat basi," tutur Abdullah.
Sementara, untuk jamaah asal embarkasi Surabaya (SUB) dihadirkan menu ayam geprek dan pecel. "Ada juga yang mendapat menu ayam bakar dan lalapan sambal," jelas dia.
(Awaludin)