MAKKAH - Sejumlah jamaah haji masih terkotak-kotak oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHI) Nizar pun menyebut hal itu seharusnya tidak terjadi.
"Karena kita di sini, kita bukan lagi bawa misi ormas, kelompok tertentu atau KBIH. Kita disini adalah misi bangsa dan negara," kata Nizar di Makkah, Sabtu (7/7/2019).
Dengan begitu, Nizar berharap tidak ada atribut-atribut yang dikenakan tersebut. Karena hal tersebut tidak mencerminkan jamaah dari Indonesia.
"Jadi jamaahnya, namanya jamaah Indonesia, bukan jamaah ormas, jemaah KBIH, sehingga atribut yang terkait dengan itu tidak di pasang di sini. Yang ada adalah jemaah kloter mana, embarkasi mana," beber dia.
Baca Juga: Di Makkah, Jamaah Haji Disajikan Bubur Kacang Ijo Usai Salat Jumat
KBIH merupakan mitra pemerintah dalam hal bimbingan ibadah haji saat berada di Indonesia. Tetapi, di Tanah Suci, KBIH tidak boleh menonjolkan identitasnya dalam bentuk apapun.
"Kalau sudah berada di Tanah Suci bukan lagi kelompok bimbingan tapi jamaah haji Indonesia," kata Kasie Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja (Daker) Bandara, Aruji Maswatu belum lama ini.
Pihaknya memang telah menemukan jamaah haji dari Embarkasi Batam (BTH) mengenakan jaket bertuliskan identitas KBIH saat turun di Bandara Prince Mohammed Bin Abdulaziz Madinah.
"Memang kami temukan salah satu kloter yang menggunakan jaket bertuliskan promo bimbingan (KBIH). Itu tidak boleh, itu sudah dilarang oleh pemerintah," tegas dia.
Temuan itu, telah dibuatkan laporan kepada pimpinan. Kementerian Agama (Kemenag) nantinya akan memberikan teguran, baik lisan maupun tertulis, kepada kelompok bimbingan ibadah tersebut usai pelaksanaan ibadah haji.
(Edi Hidayat)