Mbah Moen Wafat, Begini Doa Salat Gaib dan Tata Caranya!

Novie Fauziah, Jurnalis
Selasa 06 Agustus 2019 18:32 WIB
Mbah Moen saat masih hidup (membawa cangkir) (Foto: Inst)
Share :

Salah satu kewajiban seorang Muslim terhadap orang yang sudah meninggal adalah mensalatkannya. Namun jika jenazah berada di tempat jauh, Anda bisa melakukan salat gaib untuk menjalankan kewajiban sebagai sesama Muslim.

 

Saat ini Kiai Maimoen atau Mbah Moen yang merupakan ulama kharismatik wafat di tanah suci. Maka sudah sepantasnya kerabat yang mengenal beliau melaksanakan salat gaib untuk beliau.

Salat gaib hukumnya sah, seperti salat jenazah pada umumnya. Tata cara dan bacaannya pun sama. Tapi lafadz atau niat mensalatkan jenazah laki-laki dan perempuan berbeda.

Berikut ini adalah tata cara salat gaib, beserta niatnya:

Niat salat untuk jenazah pria

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

"Aku niat salat atas jenazah ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah taala"

Niat salat untuk jenazah perempuan

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

"Aku niat salat atas jenazah ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah taala"

Setelah niat kemudian dilanjutkan dengan:

1. Seperti salat pada umumnya, dimulai berdiri tegak membaca niat, dilanjutkan takbiratul ikhram kemudian membaca Al Fatihah.

2. Kemudian di takbir kedua membaca shalawat, dengan cara mengankat tangan setinggi telinga.

3. Takbir ketiga membaca doa untuk jenazah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

"Ya Allah, ampunilah dia, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampunilah dosa-dosanya, muliakan tempatnya (ialah surga) dan luaskanlah kuburannya. Bersihkanlah kesalahan-kesalahannya sampai bersih sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran.”

“Gantikanlah rumah lebih baik daripada rumahnya yang dulu, keluarganya lebih baik daripada keluarganya yang sulit; dan masukkanlah ia ke dalam surga dan jauhkanlah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka.”

4. Takbir ke empat dilanjutkan dengan membaca doa lagi untuk jenazah

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

“Ya Allah, janganlah engkau menutup-nutupi pahala mayit ini kepada kami dan janganlah diberikan fitnah kepada kami setelah kami meninggalkan mayit tersebut, ampunilah kami dan ampunilah dia.”

5. Kemudian mengucapkan salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

"Salam sejahtera untuk semua, rahmat Allah dan Barokah Allah juga untuk kamu semua."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya