Makna Kurban, Salah Satunya Mengajarkan Sifat Dermawan!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Jum'at 09 Agustus 2019 19:20 WIB
Hewan kurban (Foto: Slavic Beauty)
Share :

Salat Idul Adha dan ibadah kurban pada hakikatnya merupakan syariat Islam yang menghubungkan umat Muhammad SAW dengan umat Nabi Ibrahim AS.

 

Ibadah kurban dan haji adalah dua rangkaian ibadah yang merupakan napak tilas perjuangan ketuhanan Nabi Ibrahim dalam melaksanakan dan mematuhi perintah Allah SWT.

Mengutip Dakwah Uswatun Hasanah oleh H. Agus Tri Sundani, Jumat (9/8/2019), kurban bukan hanya rangkaian seremonial, tetapi ibadah yang sarat dengan hikmah, nilai-nilai spiritual, sosial, dan kemanusiaan.

Hikmah tersebut dapat diraih dengan memahami secara mendalam, melakukan rekonstruksi historis dan interpretasi kontekstual perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.

Seperti diketahui, kurban berasal dari kata qarraba, yuqarribu, qurbanan yang berarti pendekatan diri. Menurut istilah, mendekatkan diri kepada Allah SWT sama dengan mengeluarkan sebagian nikmat yang dikaruniakan Allah kepada orang-orang yang membutuhkan, atau dapat juga mematuhi dengan segala daya seluruh perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya.

Kurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT sebagaimana firmannya dalam Alquran surat Al-Kautsar ayat 1-3: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membenci kamu dialah yang terputus."

Ayat ini menjelaskan adanya keterkaitan antara perintah salat dengan perintah kurban yang menunjukkan bahwa perintah kurban sangat ditekankan di dalam Islam. Ini merupakan suatu hal yang logis, karena menurut ajaran Islam misi hidup adalah pengabdian serta pendekatan diri pada Allah semata.

Sebagaimana firman-Nya:

"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mengabdi kepada-Ku.” ( Qs AdzDzariat: 56).

Hidup yang bermakna di sisi Allah SWT adalah hidup yang tiduk pernah sunyi dari pengabdian dan pendekatan diri kepada-Nya. Di samping nilai spiritualnya, ibadah kurban memiliki nilai-nilai sosial kemanusiaan yang luhur. Di antara lain;

Pertama, kurban mengajarkan pada kita untuk bersikap dermawan, tidak tamak, rakus, serakah, dan kikir. Kurban mendidik kita untuk peduli dan mengasah sikap sosial. Sebab seseorang tidak pantas kenyang dan kaya sendirian sementara banyak tetangganya, masyarakat di sekitarnya, bahkan di negerinya yang sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan.

Kedua, secara simbolis kurban mendidik kita untuk membunuh sifat-sifat tercela sebagaimana disampaikan di atas. Di antara sifat-sifat tercela yang harus kita kubur yaitu sikap mau menang sendiri, egois, berbuat sesuatu atas nama nafsu, dan lain-lain.

Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran Surat At-Tin, bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia, akan tetapi jika tingkah lakunya tidak didasari iman dan amal shaleh, maka manusia akan jatuh martabatnya hingga menjadi lebih hina dari bidantang. (Lihat juga Qs. Al-A'raf: 179).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya