JAKARTA - Usai puncak ibadah haji, jamaah haji kita mulai fokus untuk membeli buah tangan. Pasalnya, jamaah haji akan segera meninggalkan Kota Makkah.
Jamaah haji gelombang pertama selepas puncak haji akan pulang, sementara jamaah gelombang dua akan menuju Madinah. Salah satu yang menjadi sasaran jamaah haji untuk membeli oleh-oleh adalah Pasar Jaafaria.
"Pasar Jaafaria ini sudah seperti Pasar Tanah Abang di Jakarta," kata Yani, salah satu warga Indonesia yang telah menuntaskan ibadah hajinya.
Baca Juga: Koper Jamaah Haji Mulai Ditimbang, Jaring Tali Jadi Polemik
Memang, barang-barang di pasar ini selain bisa dibeli satuan, juga bisa dibeli dengan harga grosir atau harga lusinan. Alhasil, harga yang ditawarkan jadi lebih miring.
Misalnya yang dilakoni warga Indonesia yang juga baru menuntaskan ibadah hajinya, Arta yang akan meninggalkan Makkah pada 17 Agustus. Bahkan, dia menyebut, harga di sini lebih murah ketimbang di Pasar Tanah Abang.
Dia bercerita, dia membeli hijab merek Misty Color sebanyak dua lusin untuk oleh-oleh. Harganya, 200 riyal karena harga per lusin adalah 100 riyal. Secara matematika, mengacu kurs Rp4.000 per riyal, harga hijab tersebut per buah tidak sampai Rp35.000.
"Kalau di Pasar Tanah Abang itu Rp85.000 harganya. Di sini harganya sekitar Rp35.000," kata dia.
Banyak juga jamaah yang membeli berbagai barang di Pasar Jaafaria ini. Seperti yang dilakukan oleh Ahmad, jamaah asal Banjarmasin.
Dia belanja beragam barang, misalnya sajadah, sorban, gamis hingga abaya. "Saya belanja sekarang, saya Kamis depan sudah pulang ke Indonesia," kata dia.
Baca Juga: 13 Kloter Jamaah Haji Pulang pada 17 Agustus
Dia mengaku, direkomendasikan untuk berbelanja di Pasar Jaafaria karena harga-harga yang murah. Dia mendapat informasi dari saudaranya yang merupakan mukimin dan tinggal tidak jauh dari pasar ini.
"Saya sudah berbelanja sekitar 500 riyal. Sekarang lagi nunggu istri yang masih belanja, untuk dibagi-bagi ke tetangga," beber dia.
(Arief Setyadi )