Hena Khan Menepis Islamofobia Lewat Buku

, Jurnalis
Minggu 15 September 2019 18:15 WIB
Hena Khan memperkenalkan buku-bukunya (Foto: VOA)
Share :

Tumbuh sebagai remaja muslim di Amerika tidaklah mudah. Islam merupakan agama minoritas sehingga sering berhadapan dengan berbagai persepsi keliru mengenai Islam yang disebabkan oleh islamofobia. Oleh karena itu, seorang penulis bernama Hena Khan berusaha menepis islamofobia lewat buku.

 

Khan berusaha memperkenalkan Islam dengan cara yang sederhana dan bersahabat kepada remaja di Amerika. Ini dilakukan dengan cara merilis buku yang mudah dicerna di dalam kelompok usia itu. Menepis islamofobia lewat buku harus dilakukan meski tak mudah.

Dalam perjuangannya menepis islamofobia, Khan beberapa tahun terakhir rajin merilis buku. Setelah buku berjudul It’s Ramadan Curious George dan Amina’s Voice pada 2016, Khan juga merilis Crescent Moons and Pointed Minarets: A Muslim Book of Shapes, More to the Story and Under My Hijab.

Melalui Amina’s Voice, Khan mengajak pembacanya menelusuri kisah fiksi seorang remaja perempuan bernama Amina dan pergulatannya yang dialaminya sebagi remaja muslim dan imigran di Amerika.

“Saya kira kita perlu memperkenalkan Islam lewat cerita yang dengan mudah dipahami remaja. Saya berharap dengan membaca buku ini, para pembacanya akan memahami Amina, keluarganya, dan komunitasnya ternyata tidak jauh berbeda dengan kisah saya dan keluarga saya. Dan saya berharap itu akan membangun pengertian terhadap Islam dan lebih bertoleransi terhadap muslim," terang Khan.

Seperti dilansir Voa Indonesia, Khan menilai, banyak warga Amerika memiliki persepsi keliru mengenai Islam dan muslim karena terus menerus karena dibombardir berbagai berita negatif terkait aktivitas radikal muslim. Berita negatif dan persepsi buruk inilah yang menyebabkan timbulnya islamofobia.

“Media cenderung terfokus pada berita-berita negatif. Kita selalu mendengar berita mengenai terorisme. Ini membuat banyak orang keliru memandang Islam dan muslim," jelas Khan.

Kisah-kisah yang hadir dalam buku-buku Khan banyak diinspirasikan oleh pengalaman pribadi Khan sebagai muslim keturunan Pakistan di Amerika, dan orang-orang muslim di sekitarnya.

Dalam buku-bukunya itu, ia tak sungkan menyorot konflik persahabatan, perbedaan budaya, konflik keluarga, Islamofobia.

Khan juga menceritakan pengalamannya terkait pembuatan buku Under My Hijab, yang dirilis baru -baru ini

“Gagasannya muncul beberapa tahun lalu, terkait munculnya banyak berita negatif mengenai hijab. Seperti larangan berhijab di Perancis. Kemudian juga berbagai tantangan yang dihadapi Muslim yang berhijab. Keluarga saya juga ada yang berhijab. Semua itu saya tuangkan dalam buku ini," papar Khan.

Bagi sebagian pembaca, termasuk Asma Dilawari, karya Khan sangat dinanti-nantikan.

"Kita perlu buku-buku dan karakter yang bisa jadi panutan bagi anak-anak. Waktu saya kecil saya tidak punya pilihan itu," kata Dilawari.

Tak heran Dilawari kemudian memperkenalkan Amina’s Voice ke anaknya, Zara Pellegrom.

Namun Khan berharap bacaan ini tidak hanya menawarkan sosok panutan baru, tapi juga menghapuskan prasangka dan membuka wawasan.

"Saya harap mereka yang tidak kenal orang muslim, bisa mengenalnya lewat cerita ini, dan menyadari pengalaman Amina dan keluarganya tak jauh berbeda dengan mereka sendiri, atau tidak seperti apa yang mereka dengar tentang muslim. Semoga dengan mengenal karakter Amina, mereka bisa mengembangkan simpati, empati, dan lebih toleran," kata Khan.

Khan mengaku masih memilki banyak ide di benaknya yang ingin dituangkan ke dalam buku. Kita tunggu saja karya-karyanya yang berikutnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya