SETIAP muslim diwajibkan untuk salat lima waktu, yakni Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isya. Di antara kewajiban tersebut, Salat Subuh yang paling berat.
Bagaimana tidak, Salat Subuh mesti digelar pagi buta saat muslim sedang tertidur lelap, pada waktu suhu bumi sedang dingin-dinginnya. Hal ini kerap membuat umat Islam lalai, menarik selimut sehingga salatnya kesiangan.
Meski begitu, ulama kharismatik almarhum KH Maimun Zubair (Mbah Moen) pernah berpesan bahwa Salat Subuh kesiangan lebih baik dibanding Salat Subuh tepat waktu, tetapi habis itu tidur kembali.
Ilustrasi. Foto: Istimewa
“Ono ulama' sing dawuh, Sholat subuh kawanen iku luwih apik ketimbang sholat subuh ora kawanen nanging bar subuh mapan turu. (Ada sebagian ulama berkata, Salat Subuh kesiangan atau Salat Subuh di akhir waktu itu lebih baik daripada Salat Subuh tepat waktu tapi setelah Subuh tidur,” ujarnya seperti dilansir dari laman Muslimmoderat pada Rabu (10/9/2019).
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Meski begitu bukan berarti Mbah Moen membenarkan Salat Subuh kesiangan, akan tetapi yang perlu digaris bawahi adalah bahwa betapa jeleknya tidur setelah Subuhan.