Pada suatu hari, Sayyidah Fatimah az-Zahra sangat menginginkan buah delima. Demi istrinya tercinta, suaminya Sayyidina Ali bin Abi Thalib segera berangkat ke pasar untuk mencari delima yang dimaksud.
Mengingat uang yang dimilikinya kala itu sangat terbatas, maka Ali bin Abi Thalib hanya membelikan satu buah delima untuk Fatimah.
Di tengah jalan, rupanya ia bertemu dengan seseorang yang sangat miskin namun menginginkan buah delima. Merasa kasihan, Ali pun menyedekahkan setengah buah delima untuk istrinya tersebut kepada orang miskin.
Tiba di rumah, Ali menceritakan kepada Fatimah mengapa buah delima yang dibawakannya tinggal setengah. Selang beberapa lama, terdengar seseorang mengetuk pintu. Begitu dibuka, ternyata Salman al-Farisi.