Lewat Serial Komedi, Ramy Youssef Singkirkan Stereotip Negatif Muslim Amerika

Novie Fauziah, Jurnalis
Selasa 26 November 2019 17:08 WIB
Ramy Youssef dan temannya (Foto: VOA)
Share :

Komedian Amerika keturunan Arab, Ramy Youssef membuat satire kehidupan sehari-hari muslim Amerika keturunan Arab melalui serial komedi Ramy Show.

Pertunjukkannya Ramy digambarkan dengan penuh kelucuan, sindiran, dan apa adanya. Ini dilakukan guna menyingkirkan stereotip negatif mengenai muslim Amerika.

 

"Saya tidak tahu apa yang saya lakukan. Saya lihat orang tua saya dan betapa kuatnya mereka, dan betapa mereka tahu semuanya akan baik-baik saja karena mereka punya Tuhan," ujar Ramy.

Ramy menjelaskan, tujuannya membuat pertunjukan komedi adalah untuk membuat sosoknya sebagai imigran muslim keturunan Arab relevan dengan para pemirsa Amerika, apapun latar belakang budaya, usia ataupun agamanya.

Ia mengisahkan kalau kehidupan muslim Amerika sama seperti kehidupan warga Amerika pada umumnya.

"Saya ingin fokus pada sebuah keluarga muslim keturunan Arab dan memperlihatkan masalah-masalah nyata yang mereka hadapi, serta memperlihatkan sisi kemanusiaan mereka dan benar-benar menyoroti seperti apa kehidupan mereka lebih jauh dalam kisah spiritual modern," kata Ramy.

Pertunjukan itu mengangkat cerita mengenai bagaimana menjalankan ajaran Islam di tengah kehidupan Amerika yang sekuler, perbedaan multigenerasi di kalangan keluarga imigran, isu-isu gender, karier dan pernikahan.

Misalnya dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Ramy ingin berusaha untuk menjalankannya dengan baik.

Perasaan ini umum dirasakan oleh banyak di antara mereka yang datang ke Dar Al Hijrah Islamic Center di Northern Virginia, untuk salat dan berbuka puasa selama bulan Ramadhan.

"Berusaha menghubungkan pemahaman agama kita mengenai saling membantu, menjadi penolong tetangga kita, dan berusaha menjalani kehidupan spiritual. Ini menjadi agak sulit di tengah kehidupan yang digerakkan oleh media sosial dan materi serta kesibukan tiada henti, dalam bidang pekerjaan, tugas dan hal-hal lain seperti itu," kata Saif Rahman dari Dar Al-Hijrah Islamic Center

Masjid Dar Al-Hijrah memiliki bagian terpisah bagi jamaah lelaki dan perempuan untuk meminimalkan sosialisasi dan distraksi sewaktu salat. Tetapi Rami membuatnya sebagai bahan lelucon mengenai seksisme yang mendasarinya di mana kaum lelaki, kebanyakan, memiliki hak bersuara yang lebih besar dan ruang yang lebih lapang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya