ALLAH menciptakan setiap manusia agar beribadah dan menghamba kepada-Nya, dan sebagian di antara insan itu sudah ditetapkan sebagai hujjah. Jadi, baik yang miskin maupun kaya, yang sehat maupun sakit, yang terus-terusan diuji, semuanya wajib beribadah kepadaNya selama hidup di dunia.
Ketika di akhirat nanti setiap insan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT, dan tiada satupun yang sanggup mengelak karena sudah dipersiapkan empat hamba yang akan menjadi hujjah-Nya.
Hujjah dalam hal ini berarti argumentasi kokoh yang membungkam seseorang yang berusaha membantah atau mencari-cari alasan. Keempat hamba dimaksud adalah sebagai berikut.
Pertama, Allah akan menampik alasan orang-orang kaya pada hari Kiamat dengan sosok Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Siapa pun tahu bahwa Nabi Sulaiman ‘alaihissalam tersohor sebagai nabi sekaligus penguasa terkaya di muka bumi, kekayaannya melimpah, dan perhiasan emas-peraknya tak terjumlah, dan tinggal di istana yang sangat megah.
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Kelak di akhirat, Allah akan bertanya kepada para hamba-Nya dari kalangan penguasa dan agniya (orang kaya), “Mengapa sewaktu di dunia, kalian tidak beribadah?” Mereka berkilah, “Kami sibuk, ya Allah, dengan kekayaan dan kekuasaan.” Namun, Allah ber-hujjah, “Adakah kekuasan yang lebih besar, dan adakah kekayaan yang lebih banyak dari kekuasaan dan kekayaan Sulaiman? Namun, dia tak pernah mengabaikan perintah Kami dan meninggalkan ibadah.” Akibatnya, para hamba dari kalangan penguasa dan orang-orang berharta bungkam tak bisa bicara.
Kedua, Allah meng-hujjah para budak dan orang-orang yang sibuk melayani majikan mereka dengan sosok Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Sebagaimana diketahui, Nabi Yusuf ‘alaihissalam ialah hamba sahaya al-‘Aziz penguasa Mesir dan istrinya. Kesehariannya sibuk melayani tuannya. Meski demikian, beliau tak pernah lalai menjalankan perintah Allah dan tak pernah lengah menjalankan ibadah.