Air bersih di beberapa wilayah di Gunungkidul, Yogyakarta masih menjadi persoalan saat musim kemarau tiba seperti halnya di Desa Playen, Kecamatan Playen. Saat kemarau tahun lalu kebutuhan air menjadi mendesak akibat sumber-sumber air banyak yang mengering.
Walaupun sudah memasuki musim hujan di awal 2020, warga Desa Playen tetap membutuhkan keberadaan air bersih. Salah satu solusinya dengan membangun sumur di Dusun Banaran, Desa Playen, Gunungkidul, Rabu, (8/1/2010).
Sumur bor untuk menyediakan air bersih bagi warga Desa Palyen akhirnya dibangun tepat di belakang Masjid Al Mubarok. Sumur bor tersebut diberi nama'Sumur Wakaf'.
Sumur wakaf ini memiliki kedalaman 80 meter dan dilengkapi dengan pompa air jenis jet pump serta menara air. Lalu disambung pipa-pipa ke masjid dan rumah-rumah warga.
Koordinator Pembangunan Sumur Wakaf, Kharis Pradana mengatakan, ini merupakan sumur wakaf yang ke-21 yang telah dibangun Global Wakaf-ACT di Gunungkidul. "Alhamdulillah, dengan kedalaman 80 meter kita mendapatkan debit air yang baik, semoga manfaatnya bisa maksimal untuk keperluan masjid dan warga sekitar," katanya.
Peresmian Sumur Wakaf di Desa Playen ternyata membuat warga antusias. Mereka bergotong-royong menyiapkan prasmanan. Melanjutkan pembangunan Masjid Al Mubarok, serta turut meresmikan sumur wakaf yang baru beroprasi beberapa waktu lalu.