JAKARTA – Indonesia dipilih sebagai tuan rumah Muktamar Toleransi dan Moderasi Beragama 2020. Hajatan bertaraf internasional ini rencananya digelar di Jakarta pada Maret mendatang.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi pun sudah bertemu perwakilan Kerajaan Arab Saudi (KSA) untuk membahas persiapan muktamar tersebut.
Pertemuan itu juga sebagai tindak lanjut pembicaraan antara Menteri Agama Fachrul Razi dengan Dubes Arab Saudi pada 18 Desember 2019.
“Kami seluruh jajaran Kemenag sudah siap melaksanakan amanah yang diberikan dari Kementerian Arab Saudi ini,” ujarnya di sela pertemuan itu sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag pada Rabu (29/1/2020).
Kemenag, kata Zainut, menyambut baik penyelenggaraan Muktamar Toleransi dan Moderasi Beragama. Tujuannya, membangun kerja sama dalam mengembangkan Islam Wasyatiyah, Islam yang penuh kedamaian, menolak Islam yang tatharruf atau intoleran. Selain di Indonesia, muktamar ini juga pernah diselenggarakan di negara-negara lain.
“Kami akan siapkan sebaik mungkin, dan menyampaikan rencana kegiatan ini kepada Presiden dan Wakil Presiden. Semoga beliau-beliau berkenan hadir dalam acara (red. Muktamar Toleransi dan Moderasi Beragama),” ucap Zainut.
Sebelumnya Wakil Dubes Arab Saudi Yahya Hasan N. Alqahtani menyampaikan salam dari Menteri Dakwah Arab Saudi kepada Menteri Agama Fachrul Razi dan Wakil Menteria Agama Zaniut Tauhid.
Dikatakan Yahya Hasan, hubungan bilateral Arab Saudi-Indonesia sudah berjalan baik sejak lama. Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi juga mempunyai pandangan yang sama tentang keagamaan, khususnya toleransi dan moderasi beragama.
Oleh Karena itu, Pemerintah Arab Saudi ingin menjadikan negara Indonesia menjadi tuan rumah konferensi toleransi dan moderasi beragama.
“Konsepsi ukhwah Islamiyah ini sangat erat hubungannya dengan toleransi dan moderasi beragama. Hal ini akan menjauhkah kita dari pandangan intoleransi dan tatharruf (ekstrem),” kata Yahya Hasan N. Alqahtani.
(Abu Sahma Pane)