Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi Menggantikan Makhluk Sebelum Nabi Adam

Novie Fauziah, Jurnalis
Senin 17 Februari 2020 15:45 WIB
Manusia menjadi khalifah (Foto: Unsplash)
Share :

Sebagai khalifah di bumi, Allah telah memberikan perhatian yang besar kepada manusia. Posisi khalifah merupakan posisi tertinggi dari Allah kepada umat manusia, akan tetapi pada sisi lain tugas khalifah adalah sangat berat.

Maka sangatlah maklum apabila amanah khalifah ini ditawarkan kepada langit, gunung-gungung, bumi. Namun semuanya tidak mau menerimanya.

Seperti dilansir dari website NU Depok, hanya manusia yang mau menerima amanah khalifah ini. Dengan penerimaan ini, tentunya manusia harus menanggung segala konsekuensinya.

Manusia diberikan akal dan pikiran sehingga harus bisa mengoptimalkan akal pikiran untuk menggali potensi bumi dan alam semesta agar bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh manusia.

Sejatinya, lanjut Imam Nafi, konteks kekhalifahan manusia di bumi tidak identik dengan pembentukan daulah islamiyah atau khilafah, tetapi berupa tugas keagamaan yang telah dituangkan dalam nilai-nilai Alquran dan menjadikannya sebagai nilai-nilai yang hidup dalam pribadi masing-masing umat manusia.

Tugas kekhalifahan memang sangat berat maka semua unsur harus saling bahu membahu, tolong menolong agar nilai-nilai Alquran bisa menyatu dengan kehidupan nyata di bumi ini. Sehingga cita-cita kita menjadikan “baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur” bisa tercapai.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya