Catat, Ini Etika Bergaul dalam Islam

Abu Sahma Pane, Jurnalis
Rabu 18 Maret 2020 15:09 WIB
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
Share :

MANUSIA merupakan mahluk sosial sehingga tidak akan bisa lepas dari interaksi dengan sesama. Setiap individu butuh orang lain sehingga harus bergaul.

Hanya saja dalam Islam ada etika pergaulan yang mesti diterapkan. Bagaimana etika bergaul dalam Islam?

Dikutip dari laman am'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) pada Rabu (18/3/2020), Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad dalam Risalatul Mu’awanah Wal Mudzaharah Wal Mu’azarah menerangkan, jika kamu ingin memenuhi hak setiap muslim, maka pertama perlakukanlah setiap muslim itu sebagaimana engkau suka diperlakukan. Perlakuan yang kamu juga menyukainya itu bukan hanya ketika berhadapan langsung dengannya, tapi juga saat ia tak ada di hadapanmu (ghaib).

Jadi tak ada perbedaan sikap ketika bersama dengannya maupun saat dia tak ada. Sehingga ada kejujuran dan keselarasan antara tindakan dan ucapan. Ini juga bisa diartikan tidak bermuka dua.

Jangan sampai berlaku manis di depannya, tapi mencemooh saat dia tak ada. Bersikap seolah hormat saat di hadapannya tapi melecehkan namanya di hadapan orang lainnya.

Prinsipnya, jangan memperlakukan orang lain dengan sikap yang kita juga tidak suka jika diperlakukan demikian.

Kedua, berusahalah dan tempatkan hatimu agar menyukai kebaikan bagi Muslim lainnya sebagaimana kamu menyukai kebaikan itu bagimu, serta membenci keburukan baginya sebagaimana kamu membenci keburukan itu untukmu.

Hal ini juga berarti dalam bergaul dengan Muslim lainnya jangan hanya demi keuntungan kamu sendiri, tetapi kamu mesti hadir dan memberikan apa yang bisa menguntungkan dan berfaedah untuk orang lain, serta hindarilah hal-hal yang bisa merugikan dan berefek buruk bagi saudara Muslimmu itu.

Sehingga fokus kamu dalam berinteraksi adalah karena cinta dan sayang kepada sesama. Bukan berinteraksi demi keuntungan pribadi dan membeda-bedakan takaran kebaikan karena melihat potensi keuntungan.

Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW mengingatkan, “tidaklah (sempurna) iman seorang dari kamu sehingga mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya