Peristiwa Isra Miraj: Tanda Kebesaran Allah dan Perintah Sholat 5 Waktu

Restu Prihargayu, Jurnalis
Senin 23 Maret 2020 16:13 WIB
ilustrasi: dawoodi bohras
Share :

ISRA Miraj merupakan satu di antara mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam, sekaligus sebagai bukti kenabian dan kerasulan beliau. Peringatan Isra Miraj merupakan peristiwa dipanggilnya Nabi Muhammad menghadap Allah Ta’ala. Melalui kekuasaannya, Rasulullah melakukan perjalanan menaiki Buraq dan ditemani malaikat Jibril dari Makkah ke Masjid Al Aqsa.

Dari sana, Rasulullah kemudian dinaikkan menembus pintu-pintu langit hingga ke Sidratul Muntaha (Miraj). Isra Miraj istimewa karena kejadian yang terjadi dalam prosesnya.

Dilansir dari aboutislam, Senin (23/3/2020), peristiwa ini sangat berharga bagi umat Islam, karena di sinilah Nabi Muhammad menerima perintah dari Allah tentang kewajiban menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Namun seringkali masyarakat menggabungkan Isra Miraj menjadi satu peristiwa yang sama. Padahal, Isra dan Miraj sebenarnya merupakan dua peristiwa berbeda.

Apa yang dimaksud Isra ?

Isra secara bahasa berasal dari kata ‘saro’ bermakna perjalanan di malam hari. Adapun secara istilah, Isra adalah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Jibril dari Makkah ke Baitul Maqdis (Palestina), berdasarkan firman Allah :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha “ (Al Isra’:1)

Saat itu, seperti biasa Rasulullah mengisi waktu usai Isya dengan tidur lebih awal agar bisa bangun pada sepertiga malam terakhir untuk salat. Namun, malam itu malaikat Jibril datang mengunjungi Rasulullah.

Rasullullah diberi buraq, adalah seekor hewan yang berbulu putih, tingginya lebih dari keledai akan tetapi lebih pendek daripada bagal dan bila ia terbang kaki depannya dapat mencapai batas pandangan matanya. Selanjutnya Nabi memasuki Masjid Aqsa dan melakukan salat dua rakaat di dalamnya.

Rasulullah keluar dari Masjid Aqsa lalu datanglah kepadanya malaikat Jibril seraya membawa dua buah cawan yang satu berisikan khamar sedangkan yang lain berisikan susu. Aku memilih cawan yang berisikan susu, lalu malaikat Jibril berkata, 'Engkau telah memilih fitrah (yakni agama Islam).

Al Miraj perjalanan menuju surga

Malaikat Jibril kemudian membawanya bertemu dengan Nabi Muhammad , untuk melakukan perjalanan Isra Miraj dari bumi (Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsha) ke langit, hingga menembus sidratul muntaha.

Di setiap surga, ia bertemu dengan satu atau beberapa nabi yang mengkhotbahkan pesan keesaan Tuhan yaitu Allah Ta’ala kepada umat manusia.

Dia juga melihat penderitaan yang akan ditanggung oleh kelompok orang tertentu, karena mereka akan dikutuk ke neraka di akhirat. Kelompok-kelompok ini dan penderitaan mereka begitu jelas terlihat sehingga orang hampir dapat melihat mereka dalam keadaan mereka yang menyedihkan (terbakar,terkelupas), sehingga orang akan melakukan apa saja untuk menghindarinya.

Sejarah Islam Yerussallem

Perjalanan Malam itu sangat penting bagi sejarah umat Islam. Ini adalah konsep Islam yang sudah mapan bahwa pesan-pesan semua nabi pada dasarnya sama yaitu mereka semua menyerukan umat manusia untuk percaya kepada Tuhan, satu-satunya Allah Ta’ala.

Dengan Islam, pesan-pesan ini dibawa ke bentuk sempurna mereka. Bersama Muhammad, nabi terakhir yang dirahmati Allah. Rasulullah memimpin para nabi untuk berdoa bersama di Yerusalem. Dan juga itu menandakan bahwa Yerusalem juga milik umat Islam yang dipimpin Muhammad, pemimpin semua nabi yang diakui. Kota Yerussalem ini dengan demikian menempati posisi unik sebagai tempat suci bagi umat Islam.

Islam adalah pesan bagi seluruh umat manusia

Rasulullah dibawa ke Yerusalem yang pada saat itu dihuni oleh orang non-Arab. Dia terlibat di sana dalam aktivitas manusia yang paling religius sebelum dia dibawa ke surga.

Mudah saja bagi Allah untuk mengangkat Rasulullah ke surga dari rumahnya di Makkah. Fakta bahwa Rasulullah memilih untuk dibawa ke Yerusalem terlebih dahulu, untuk memimpin sesama nabi dalam doa, mendukung fakta bahwa Islam adalah pesan untuk umat manusia, bukan untuk orang Arab saja.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya