Sebanyak 132 siswa tahfiz Alquran dari Masjid Sri Petaling, Malaysia dipindahkan ke stasiun karantina di Institut Sosial Malaysia (ISM) hari ini. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19.
Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kuala Lumpur (JBPM) dalam sebuah pernyataan mengatakan, tim material berbahaya (Hazmat) sudah melakukan proses desinfeksi kepada semua siswa tahfiz Alquran sebelum mereka dipindahkan untuk dikarantina terkait dengan COVID-19.
"Semua siswa tahfiz Alquran dibawa ke stasiun karantina dengan empat bus yang dikawal oleh polisi," kata pernyataan JBPM, kemarin.
Seperti dilansir dari Bernama, proses pemindahan semua siswa tahfiz selesai sekitar pukul 14:30. Kemudian keempat bus itu didesinfeksi.
Seperti diketahui, Masjid Sri Petaling, yang menjadi tuan rumah pertemuan tabligh pada 28 Februari hingga 1 Maret lalu, disinyalir jadi tempat terbesar infeksi COVID-19.
Berbagai negara di belahan dunia, termasuk Malaysia memperketat social distancing guna mencegah penyebaran COVID-19. Warga dihimbau untuk tidak keluar dari rumah maisng-masing.
Mereka juga diminta untuk salat dan beribadah di rumah. Untuk sementara salat jamaah di masjid-masjid ditiadakan.
(Dyah Ratna Meta Novia)