2. Membaca surah dengan nada rendah, tidak seperti imam yang harus mengerasakan suaranya. Setelah imam membaca Al Fatihah, lalu makmum menjawan Aamiin (untuk sholat Subuh, Magrib, Isya).
3. Makmum mengikuti gerakan sholat imam, namun tidak mendahului dan memperlambatnya (gerakan). Contohnya, jika sholat subuh berjamaah, ketika imam membaca doa qunut makam makmum harus mengikutinya, walau biasanya tidak pernah (membaca qunut).
4. Ketika imam lupa akan salah satu ayat, maka makmum wajib mengingatkannya dengan mengucapkannya dengan nada sedikit keras agar imam dapat mendengarnya.
5. Kemudian, saat imam tiba-tiba batal sholat maka salah satu makmum harus langsung menggantikannya, yakni dengan maju beberapa langkah ke depan untuk menggantikannya.
"Sedangkan setelah sholat berjamaah membaca wiridan atau zikir dibaca bersama-sama. Dan ketika berdoa makmum cukup mengamininya," pungkasnya.
(Abu Sahma Pane)