Bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah datang sebentar lagi. Namun sebelum bulan puasa tiba, biasanya di setiap daerah memiliki tradisi tersendiri yang menarik untuk menyambut datangnya Ramadhan. Salah satunya adalah tradisi munggahan.
Tradisi munggahan biasanya dilakukan oleh masyarakat Sunda khususnya di Jawa Barat setiap tahunnya untuk menyambut bulan Ramdhan, yakni dengan cara makan bersama keluarga hingga tetangga.
"Setiap menjelang bulan puasa biasanya kami munggahan dulu, atau botram makan-makan bersama. Kalau saya pribadi biasanya selalu munggahan dengan keluarga besar, biasanya di rumah orangtua," ujar salah seoarng warga Sukabumi, Jawa Barat, Siti Sarah saat dihubungi Okezone, Senin (20/4/2020).
Lebih lanjut, kata Sarah, tradisi munggahan ini bukan hanya sekadar makan-makan saja, melainkan mempererat tali silaturahmi antar keluarga yakni dengan tujuan selama Ramadhan sudah saling memaafkan, dan berhubungan baik.
Namun saat ini Indonesia dilanda pandemi virus corona (Covid-19). Sedangkan munggahan akan melibatkan banyak orang di dalamnya, meskipun yang tergabung adalah keluarga sendiri.
Menyikapi hal ini, Sarah akan tetap melakukan munggahan namun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang melibatkan banyak orang.
"Karena virus corona masih ada, dan masyarakat diminta untuk tidak membuat perkumpulan, sepertinya munggahan tahun ini hanya akan di rumah saja bersama suami dan anak-anak. Mudah-mudahan bulan puasa tahun depan corona sudah tidak ada, jadi bisa munggahan bersama keluarga besar lagi," tuturnya.
Sementara itu, Sejen Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H Anwar Abbas menuturkan, sementara waktu menghindari keramaian atau membuar kerumuman di tengah COVID-19 sangatlah diharuskan. Sebab penularan virus tersebut cukup ektstrem.
"Untuk tahun ini (red. munggahan) sementara dilarang, karena saat ini sedang berkembang wabah Covid-19. Oleh karena itu ya, virus ini bisa menular dan berbahaya," katanya saat dihubungi Okezone.