Di Tengah Wabah COVID-19, Warga Yogyakarta Padati Masjid untuk Tarawih

, Jurnalis
Jum'at 24 April 2020 10:43 WIB
ilustrasi: freepik
Share :

KEMENTERIAN Agama meminta umat Islam untuk melakukan tarawih dan tadarus di rumah masing-masing selama Ramadhan. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) yang masih terus mewabah.

Namun imbauan pemerintah ini masih belum dilaksanakan di sejumlah daerah, salah satunya Yogyakarta. Sejumlah masjid di Yogyakarta tetap menyelenggarakan sholat tarawih, seperti di Masjid Pathok Negara Plosokuning dan Masjid Jogokariyan.

Ketua Takmir Masjid Pathok Negara Plosokuning, M Kamaludin Purnomo menegaskan, masjid telah menerapkan protokol kebersihan yang ketat. Karena itulah, seluruh kegiatan yang biasa dilakukan seperti jamaah sholat Jumat, pengajian dan jamaah sholat lima waktu tetap diadakan.

“Kita berupaya lahir dan batin, intinya seperti itu. sejauh ini masih biasa-biasa saja, tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan, menurut saya. Karena sesungguhnya semua yang membuat abang, ijo, kuningnya itu kan Allah, bukan kita sebagai manusia,” kata Kamal seperti dikutip VOA Indonesia, Jumat (24/4/2020)

Bahkan, masjid yang didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I sekitar tahun 1757 ini menggelar tradisi padusan. Anak-anak berkumpul mandi bersama di kolam yang ada di halaman depan masjid. Plosokuning adalah kawasan muslim tradisional di Yogyakarta.

Para tetua kampung mengawali proses ini dengan siraman silih berganti ke sejumlah anak. Setelah itu sekitar 50 anak-anak itu mandi bersama. Bedug masjid juga ditabuh sebagai tanda datangnya Ramadan. Begitupun dengan acara sholawatan yang menggambarkan kegembiraan menjelang ibadah puasa.

“Padusan ini wujud dari bersih lahir, kalau bersih batin itu kan niat. Kita sucikan niat untuk memasuki Bulan Ramadan, lahirnya kita mandi besar ini. Padusan itu maknanya kita memasuki Ramadhan, kita suci lahirnya,” sambung Kamal.

Sementara di Masjid Jogokariyan, sholat tarawih berjamaah juga cukup ramai. Masjid ini sejak lama menjadi rujukan karena pengelolaan yang modern. Tahun sebelumnya, mereka bahkan menyediakan menu berbuka puasa hingga 3.000 porsi karena banyaknya jamaah. Masjid Jogokariyan memiliki jamaah kelompok moderat perkotaan karena lokasinya yang berada di tengah kota Yogyakarta.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya