Jaga Lisan dan Tidak Ghibah, Tambahan Amalan Sunah Puasa Ramadhan

Novie Fauziah, Jurnalis
Minggu 26 April 2020 14:00 WIB
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
Share :

Puasa tak sekadar menahan dari makan dan minum serta melakukan perkara-perkara yang membatalkan puasa dari terbit hingga terbenamnya matahari. Anda juga harus menjaga hawa nafsu, termasuk ghibah, agar tidak mengurangi pahala dan menyempurnakan puasa.

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib bagi umat islam. Namun disamping itu kita bisa menjalankan amalan sunah lainnya. "Amalan sunah dilakukan untuk menambah pahala,” katanya saat dihubungi Okezone belum lama ini.

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya: “Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ustadz Ainul menambahkan, menahan diri dari segala perbuatan yang dilarang agama juga penting dilakukan. Seperti tidak berbohong, tidak ghibah atau membicarakan aib orang lain, mengumpat, hasud dan menjauhi penyakit hati lainnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya