Ramadhan, Mengembalikan Kita Menjadi Manusia (Seutuhnya)

, Jurnalis
Senin 27 April 2020 05:00 WIB
Share :

Bulan Ramadhan juga disebut dengan syahr al-qur’an. Pada bulan Ramadhan inilah Al-Quran diturunkan. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah 185, diturunkannya Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Dengan demikian, Al-Qur’an yang diturunkan pada bulan Ramadhan, bukanlah sebuah peristiwa yang tiba-tiba saja terjadi, tetapi sebagai peristiwa yang telah ditentukan-Nya. Inilah mengapa Ramadhan menjadi bulan yang sangat diistimewakan, dan menjadi bulan yang diberkahi.

Dalam Fatihatul Kitab, kita akan selalu diingatkan kembali tentang siapa diri kita sesungguhnya. Setelah kita menyebut Allah dengan “Rahman dan Rahim”, kita diingatkan kembali bahwa kita adalah seorang hamba yang mendapat tugas dimuka bumi.

Dan oleh karena itu maka pada setiap roka’at sholat kita, kita akan selalu mengikrarkan diri sebagai hamba yang hanya kepada Allah kita menyembah dan memohon pertolongan. Hal ini menjadi pengakuan hubungan relasional kita sebagai makhluq dengan Sang Maha Pencipta.

Lalu, bagaimana relasi kita kepada sesama makhluq? Dalam Ummul Qur’an, sifat “Rahman dan Rahim” Allah ini harus mengejawantah dalam diri kita, termanifestasi dalam sikap, kata dan laku kita. “Rahman dan Rahim” terejawantah dalam “rahman dan rahim” kita sebagai makhluq.

Inilah mengapa Ramadhan disebut dapat menjadi bulan yang akan mengembalikan kita menjadi manusia seutuhnya, setidaknya melalui dua jalan yang tidak terpisahkan. Jalan pertama, pengakuan kita sebagai hamba/makhluq. Dan jalan kedua adalah bahwa apa yang kita lakukan harus merefleksikan sifat-sifat Tuhan dalam keseharian kita sebagai makhluq.

Bagaimana ciri-ciri manusia seutuhnya?

Pada jalan pertama, kunci utamanya bahwa apa yang kita lakukan harus kita niatkan dalam rangka beribadah. Dan ibadah adalah sebagai upaya untuk meraih ridho-Nya. Tanpa ridha Allah, maka ibadah kita akan sia-sia. Puasa Ramadhan misalnya, bukan lapar dan dahaganya yang kita persembahkan, tetapi ketaqwaan itulah yang Allah akan lihat.

Puasa adalah satu satunya ibadah yang berbeda dengan ibadah wajib lainnya seperti sholat, zakat, puasa dan haji dimana manusia lain bisa melihatnya. Pada ibadah puasa Ramadhan, ibadah ini adalah satu-satunya ibadah yang hanya diketahui oleh Allah dan hamba-Nya tersebut.

Inilah yang menjadi keistimewaan ibadah puasa, hubungannya langsung kita dengan Allah, antara makhluq dengan Sang Khaliq. Inilah hikmah dibalik mengapa Allah selalu mengingatkan agar puasa kita tidak sia-sia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya