DALAM Islam diajarkan agar setiap pasangan Muslim menciptakan keluarga yang syakinah mawaddah dan warahmah. Kemudian baik istri maupun suami wajib mempertahankan kehormatan rumah tangga.
Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah Faozan Amin yang juga Dosen Ekonomi Islam FEB UHAMKA mengatakan, keluarga Muslim juga harus memperkuat rumah tangga masing-masing agar terhindar dari api neraka.
"Dalam (ayat Alquran) Surah At Tahrim ayat 6, kita diperintahkan untuk menjadi diri dan keluarga kita dari siksa api neraka," ujarnya kepada Okezone.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
Faozan menilai keluarga merupakan salah satu unsur penting dalam Islam. Sebab masyarakat dan negara terbentuk oleh sekelompok keluarga. Jika keluarga sehat dan kuat maka suatu negara akan sehat dan kuat pula.