Pasar Ramadhan Malaysia Ditutup, Begini Cara Kuliner Tradisional Eksis

Mohammad Saifulloh, Jurnalis
Kamis 30 April 2020 20:49 WIB
Bazar Ramadhan di Kuala Lumpur Tahun Lalu (Foto: Bernama)
Share :

RAMADHAN kali ini terasa berbeda bagi Faridah Daud (59) yang sudah 10 tahun terakhir berjualan jus nanas sebagai takjil berbuka. Tak ada lagi kegiatan ia menata dagangannya di lapak Pasar Ramadhan di Kuala Lumpur.

Kebijakan lockdown pemerintah membuat pasar terbesar di Malaysia tersebut ikut ditutup. Para pembeli kini beralih memakai aplikasi penjualan makanan online. Buat Farida yang gagap teknologi, semuanya menjadi susah menarik pembeli seperti sedia kala.

"Kondisi sekarang ini sangat menantang bagi para pedagang lama seperti saya untuk mendapat penghasilan. Tapi, kita berupaya melakukan upaya terbaik," jelas Farida seperti dilansir The Straits Times, Kamis (30/4/2020).

Untunglah kedua anaknya mau membantu. Mereka memasang iklan penjualan di media sosial. Order pembelian pun dilakukan via WhatsApp.

Kerja sama antaranggota keluarga menjadi andalan Farida. Sang suami turut menjadi kurir motor pengantar jus nanas hingga sampai ke pembelinya. Namun, ia hanya mengantar sesuai regulasi lockdown Malaysia, yakni diperbolehkan mobilisasi barang maksimal dalam jarak 10 kilometer.

Lain Farida lain pula cara pedagang makanan khas Ramadhan menarik pembeli. Sebuah platform online e-bazaars hadir sebagai pengganti Pasar Ramadhan. Di dalam platform ini banyak pedagang menawarkan makanan, minuman, dan kue seperti rendang, pulut, char kway teow, es kedondong sampai kambing bakar.

Pedagang masakan khas Ramadhan lainnya, Amirul Hakeem Abdul Qadir Osman (21) tak mau kalah. Ia memanfaatkan page Instagram untuk menawarkan dagangannya. Akun @hangryby.aa menawarkan makanan Barat dan Melayu.

Tak lupa, mahasiswa ini membuka kesempatan bagi pedagang kuliner Ramadhan lainnya untuk bergabung di grup e-bazaar di Facebook. Kelompoknya melayani pembelian online di Distrik Ampang, Kuala Lumpur. "Grup ini punya lebih dari 600 anggota, sebanyak 40 persennya merupakan pedagang, sisanya pembeli," terang Amirul.

Kuliner Ramadhan memang menggiurkan bagi pedagang lokal. Selain di Kuala Lumpur, pelaku usaha kuliner Ramadhan di Selangor berinisiatif membuka 77 e-kitchens.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya