Tausiyah Ramadhan: Mengapa Pesan Komunikasi Harus Benar?

Sabtu 23 Mei 2020 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 23 330 2218536 tausiyah-ramadhan-mengapa-pesan-komunikasi-harus-benar-GdLGSaKHta.jpg

Pembaca yang diberkati Allah. Manusia adalah makhluk komunikasi. Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan komunikasi.

Membaca, memaknai, dan memahami pesan adalah bagian dari komunikasi. Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang pesan komunikasi. Bagaimana sesungguhnya pesan yang harus disampaikan?

Ayat-ayat Al-Quran banyak sekali yang membahas tentang komunikasi. Salah satunya adalah menyampaikan pesan yang benar. Allah mengutarakan dalam QS. Al-Ahzab 33:70, “hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.”

Demikian perintah Allah kepada manusia untuk mengatakan perkataan atau pesan yang benar. Kebenaran pesan adalah inti dari kemaslahatan bersama. Pesan yang salah akan mendapatkan dampak yang tidak baik.

Memang sungguh berat bagi kita untuk menyampaikan pesan komunikasi yang benar. Maka dari itu perintah untuk mengatakan perkataan yang benar itu ditujukan kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa. Bagi orang yang beriman dan bertakwa, mengucapkan perkataan yang benar tidaklah begitu sulit. Mudah saja.

Dan apa balasan orang yang beriman, lagi bertakwa dan menyampaikan pesan kebenaran. Jawabannya ada di ayat selanjutnya.

Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab 33:71 bahwa “niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”

Dua hal yang Allah berikan untuk orang-orang beriman, bertakwa dan berkata dengan benar yaitu pertama, Allah akan memperbaiki amalan-amalannya. Bayangkan, Allah langsung memperbaiki amalan manusia. Yang manusia adalah makhluk salah dan dosa. Dan belum tentu yang kita perbuat dari amalan-amalan itu sesuai dengan kehendak Allah. Maka, Allah kemudian memperbaikinya.

Yang kedua, Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah diperbuatnya. Orang yang berkata benar lagi beriman dan bertakwa secara otomatis oleh Allah dosa-dosanya diampuni. Ini luar biasa.

Siapalah kita manusia yang penuh dengan dosa dan kurangnya amalan. Mungkin kita berfikir bahwa kita tidak berbuat dosa. Padahal manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

Bisa jadi yang kita anggap amalan berubah menjadi dosa ketika amalan kita tercampur dengan kotoran hati. Naudzubillah. Maka dari itu menjaga lidah ini memang amalan yang luar biasa berat bagi manusia biasa, kecuali orang yang beriman dan bertakwa.

Puasa sejatinya bermakna menahan. Bukan hanya sekadar menahan dari lapar dan haus. Lebih dari itu puasa adalah bentuk lain untuk mengajarkan kita agar selalu menahan lidah kita untuk tidak berkata buruk.

Justru hadirnya Ramadhan adalah cara kita untuk belajar berkata benar. Sehingga walaupun Ramadhan sudah berakhir, kita sudah terbiasa menahan diri untuk tidak berkata salah.

Wallahu alam bishshawab.

Oleh: Deden Mauli Darajat

Penulis adalah dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini