Ceramah Agama Paling Dicari di Tengah Pandemi Corona

Kamis 28 Mei 2020 21:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 28 614 2221119 ceramah-agama-paling-dicari-di-tengah-pandemi-corona-b46lywXCHa.jpg Ilustrasi ceramah. (Foto: Dok Okezone)

UMAT Islam ketika bulan suci Ramadhan menjadi awal untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, beribadah, beramal, dan bertoleransi.

Mengutip dari VOA Indonesia, Kamis (28/5/2020), kombinasi antara Ramadan dan berbagai kebijakan pada masa pandemi virus corona, antara lain keharusan tinggal di rumah dan melakukan pembatasan sosial, terbukti meningkatkan konsumsi media sosial di hampir seluruh negara.

Perubahan pola hidup dan keseharian seperti makan, tidur, beribadah ditengarai mengubah perilaku warga, khususnya ketika bulan Ramadan lalu.

Statista, suatu badan yang mengkaji data-data dari 170 industri di lebih dari 50 negara, pada April lalu melaporkan konsumsi media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram naik hingga 44 persen.

Jauh lebih tinggi dibanding jumlah mereka yang menghabiskan waktu untuk membaca buku atau mendengarkan audiobook yaitu 36 persen, mendengarkan musik yaitu 35 persen atau membaca majalah dan koran yaitu 18 persen.

Ditambahkan bahwa durasi konsumsi media sosial juga meningkat hingga lebih dari dua jam.

Youtube pada tahun lalu mencatat kenaikan penggunaan salurannya hingga 53 persen. Sementara jumlah yang berinteraksi aktif dengan memberikan tanda "suka/like" naik hingga 447 persen, membagi dengan orang lain naik hingga 228 persen, memberikan komentar naik hingga 431 persen, dan akhirnya berlangganan naik hingga 490 persen. Data tahun ini diperkirakan akan lebih besar.

Nana, seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Maryland, Amerika Serikat, mengakui hal ini. Tetapi berbeda dari hari biasa, ibu tiga anak tersebut pada bulan Ramadan lebih memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan resep masakan serta menyimak ceramah agama.

"Saya menggunakan media sosial, terutama Facebook, WhatsApp, dan kini Zoom untuk mendengar kultum (kuliah tujuh menit, red) menjelang berakhirnya sahur atau menjelang berbuka. Kadang saya juga suka mencari resep masakan atau tradisi kuno yang menarik dibuat saat Ramadan," ujarnya.

Hal senada disampaikan Zahara, seorang mahasiswi tahun ketiga di Universitas Indonesia, Kota Depok, Jawa Barat.

"Saya memang jadi lebih sering menggunakan media sosial, terutama untuk nonton film. Tetapi saya sukanya film-film klasik. Rasanya kok enak saja gitu," tutur Zaza.

Menurut pakar komunikasi dan budaya digital Dr Firman Kurniawan, peningkatan konsumsi media sosial dan apa yang dikonsumsi itu merupakan hal wajar. Ia menyebutnya sebagai relaksasi.

"Relaksasi. Informasi tentang covid-19 sekarang ini kan begitu mencekam, baik soal jumlahnya, kematiannya, cara penularan, dan ini menjadi satu-satunya informasi yang ada dalam tiga bulan terakhir ini. Nah ketika tiba Ramadan, kita jadi seperti menemukan oase untuk mendapatkan informasi lain selain itu, yang tidak membutuhkan pemikiran berat. Ini yang ada di media sosial dan sangat dibutuhkan warga –resep makanan, film klasik, foto-foto atau kenangan masa lalu, relasi dengan keluarga. Ini penting juga untuk menjaga kewarasan. Publik melakukan relaksasi," ulasnya.

Ceramah di Masjid Nabawi. (Foto: Okezone)

Lebih jauh Firman mencatat peningkatan konsumsi media sosial ketika Ramadan juga sangat erat kaitannya dengan perubahan pola hidup akibat covid-19.

"Jika dulu orang bisa beribadah di masjid, berbuka puasa bersama teman-teman atau keluarga di restoran, atau jalan-jalan ke pusat perbelanjaan; kini semua dipusatkan di rumah. Sekolah-bekerja dan beribadah di rumah. Walhasil media sosial menjadi pintu satu-satunya untuk mendapat informasi dan relaksasi. Pada saat Ramadan ini yang dikonsumsi adalah yang lebih ringan atau lebih santai," imbuh Firman.

Selain Facebook, Instagram menjadi salah satu bentuk media sosial yang paling sering digunakan. Sementara waktu yang paling diminati untuk menggunakan media sosial justru menjelang sahur yaitu sekira pukul 03.00.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini