Keutamaan Menghidupkan Malam Terakhir Bulan Ramadhan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2020 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 23 614 2218445 keutamaan-menghidupkan-malam-terakhir-bulan-ramadhan-BNeHAOlmuj.JPG Umat muslim melaksanakan sholat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JUMAT, 22 Mei 2020 malam menjadi momen terakhir umat muslim menjalankan ibadah sholat tarawih di bulan Ramadhan tahun ini. Siapa saja yang melakukan sholat tarawih dan ibadah lainnya di hari terakhir Ramadhan, Allah SWT menjanjikan keberkahan luar biasa di dalamnya. Itu kenapa setiap muslim dianjurkan untuk tak melewatkannya.

Seperti dikatakan Ustadz Ainul Yaqin, 10 malam terakhir Ramadhan begitu istimewa. Sebab, akhir Ramadhan merupakan ibadah penuh keutamaan, paling menjanjikan.

"Momen tersebut merupakan pungkasan amal, banyak umat Islam terkadang lalai dan melewatkan begitu saja, sebab semangat ibadah diakhir biasanya loyo dan kurang diperhatikan tidak seperti awalnya yang hiruk pikuk," terangnya kepada Okezone, belum lama ini.

Ustadz Ainul melanjutkan, pada dasarnya amal-amal itu dilihat dengan akhirnya, karena di situlah keistiqomahan penting dalam ibadah Ramadhan, khususnya sholat tarawih, atau sholat malam.

Ilustrasi

Rasulullah SAW justru pada sepuluh hari terakhir ini, semakin kokoh dan kuat, beliau melaluinya dengan ibadah-ibadah khusus, seperti iktikaf, membaca Alquran, dzikir, dan ibadah sholat malam yang lebih intensif.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر –أي العشر الأخيرة من رمضان- شدّ مئزره، وأحيا ليله وأيقظ أهله متفق عليه

Artinya:

"Rasulullah SAW ketika memasuki hari kesepuluh -yakni sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan- maka beliau mengencangkan sarungnya dan menghidupkan malamnya, serta membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari-Muslim).

Sholat merupakan sarana ibadah umat Islam, di mana di dalamnya kita dapat berdoa, memohon, berkeluh kesah, bermunajat, dan meminta segala kebutuhan duniawi dan ukhrawi kepada Allah SWT.

Pada bulan Ramadhan, ada waktu-waktu yang diyakini memiliki kelebihan jika kita berdoa memohon pertolongan Allah, ada momentum lailatul qadar yang penuh hikmah dan keberkahan, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Ilustrasi

"Dalam waktu-waktu tersebut, Allah menjanjikan akan mengabulkan doa-doa yang disampaikan oleh hamba-Nya yang ikhlas memohon pertolongan atas segala kesusahan, Allah SWT akan melipatgandakan pahala dan derajat bagi yang menjalankan ibadah malam, sangat disayangkan kalau kita tidak waspada, melewatkan begitu saja detik-detik akhir Ramadhan dengan tidak meningkatkan volume ibadah," terangnya.

Karena keistimewaan malam-malam akhir Ramadhan itulah, sampai Nabi Muhammad SAW mengajak keluarganya untuk menyambut dengan kesungguhan ibadah, sholat dengan totalitas kepasrahan kepada Allah SWT.

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِى وَجْهِهَا الْمَاءَ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِى وَجْهِهِ الْمَاءَ

Artinya :

"Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang di malam hari melakukan sholat malam, lalu ia membangunkan istrinya. Jika istrinya enggan, maka ia memerciki air pada wajahnya. Semoga Allah juga merahmati seorang wanita yang di malam hari melakukan sholat malam, lalu ia membangungkan suaminya. Jika suaminya enggan, maka istrinya pun memerciki air pada wajahnya." (HR. Abu Daud no. 1308 dan An Nasai no. 1148. Sanad hadits ini hasan kata Al-Hafizh Abu Thohir).

Dia menambahkan, betapa merugi, siapapun yang lengah pada akhir Ramadhan, meninggalkan intensitas atau keistiqomahan ibadah yang dibangun sejak awal Ramadhan, dengan meninggalkan akhir Ramadhan tanpa ibadah yang semakin khusyu.

"Kita tidak tahu, jangan-jangan pas kita lengah, justru di situlah malam lailatul qadar datang, di saat kita lelah dan meninggalkan ibadah tarawih justru malah malaikat Jibril dan malaikat lain turun ke bumi membawa rahmat," ucapnya.

Ustadz Ainul menambahkan, jangan sampai kita terlena dengan malas-malasan, harus bangkit pada kesungguhan di akhir Ramadhan ini. Bukan tidak mungkin bila kita istiqomah melakukan ibadah malam berjamaah walaupun di rumah, pada saat tersebutlah kita bisa meraih lailatul qadar.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

"Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, 'Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah. Muttafaqun ‘alaih." (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).

Dirinya juga mengimbau umat muslim untuk tidak mengendurkan ibadah di malam terakhir Ramadhan ini. Sebab, sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan punya keistimewaan yang tidak sama dengan bulan lainnya.

"Perbanyak ibadah seperti shalat wajib dan sunnah, dzikirullah, tadarus Alquran, serta bangun malam. Jangan kendur walaupun kondisi ibadah di rumah sendiri. Insya Allah berkah jika kita Istiqomah," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini