BAGI Muslim yang sudah terbiasa puasa sejak kecil, tentu saum Ramadhan bukanlah hal sulit. Namun bagi orang dewasa yang belajar saum, puasa memiliki tantangan tersendiri.
Tantangan tersebut sangat dirasakan oleh Bang Sabeni, bule yang merupakan suami wanita asal Indonesia, Mpok Ika. Pasangan ini tinggal di Swedia dan menjalani puasa Ramadhan di sana.
Dikutip dari channel Youtube @mpoika, Mpok Ika sabar melatih suaminya untuk berpuasa. Untuk diketahui, durasi puasa di Eropa akan lebih panjang jika Ramadhan jatuh pada musim semi hingga musim panas.
Tahun ini, puasa di Swedia jatuh pada April dan Mei akan membutuhkan waktu sekitar 17-18 jam. Karena baru belajar menjalankan ibadah puasa, Bang Sabeni hanya sanggup berpuasa setengah hari. Waktu berbuka puasa untuk bang Sabeni pun jatuh pada pukul 15.00 waktu setempat.
"Si abang lagi belajar puasa abang none, dia bilang jadi tambah lapar pas cium bau BBQ dari restoran, terus saya bilang, kamu kuat ga sampe jam 15.00. Jadi puasanya setengah hari (jam berbuka 20.30), dia bilang ia saya kuat," ujar Ika dalam video di Youtube tersebut.
Menjalankan puasa memang terasa sulit di awal karena belum terbiasa, jangankan untuk mereka yang baru belajar, terkadang yang sudah terbiasa berpuasa dari tahun ke tahun pun kerapkali harus beradaptasi.
Hal yang dirasakan Bang Sabeni saat berpuasa, kata Mpok Ika adalah rasa lapar yang muncul saat melewati makanan.