Sekelumit Cerita Marbot dan Imam Masjid yang Terdampak Corona

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Jum'at 15 Mei 2020 13:15 WIB
foto: BBC Indonesia
Share :

PANDEMI virus corona (COVID-19) di Indonesia, membuat pemerintah membatasi kegiatan keagamaan, termasuk tempat ibadah seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Akibatnya, banyak masjid ditutup, sholat berjamaah ditiadakan serta majelis-majelis pengajian untuk sementara vakum. Hal ini berdampak langsung terhadap penghidupan para marbot atau pengurus masjid serta imam sholat rawatib.

Seperti yang diutarakan Nanang (31) asal Ciamis, Jawa Barat. Muadzin, marbot sekaligus imam sholat rawatib di Masjid Said Na’um, Kebon Kacang, Jakarta Pusat ini mengaku pendapatannya berkurang drastis akibat adanya virus corona ini.

“Saya menerima gaji pokok Rp2 juta perbulan dan juga dapat tambahan dari jamaah masjid,”ujarnya seperti dikutip dari BBC News Indonesia, Jumat (15/5/2020).

Pendapatannya itu dia sisihkan setiap bulan untuk orangtua dan keluarganya di kampung. Namun selama masa pandemi ini, Nanang harus memutar otak untuk memenuhi keluarganya. Karena masjid tempat dia bekerja ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Wilayah Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat merupakan zona merah COVID-19. Sebanyak 20 orang dinyatakan positif COVID-19 di sekitar masjid tempat Nanang bekerja.

“Kita pasrah sama Allah, namanya sudah bencana kita disarankan menjauh bukan karena kita takut, tapi disyariatkan seperti itu. Mudah-mudahan Allah mengangkat wabah ini dan menjadi pahala bagi mereka yang terkena musibah. Masalah penghasilan saya biar Allah yang mencukupinya di akhirat,” pungkasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya