Hal senada juga diutarakan Mardani, marbot Masjid Jami At-taubah, Pancoran Barat, Jakarta Selatan. Pria yang sudah berprofesi sebagai marbot selama 16 tahun ini mengaku pendapatannya berkurang jauh akibat pandemi.
"Ya otomatis berkurang, karena banyak pekerja yang di PHK dan juga banyak warga yang penghasilannya berkurang. Di masjid juga sama seperti itu juga,” ujar Mardani.
Pria 52 tahun ini menuturkan, dalam seminggu dia biasanya menerima upah sebagai marbot masjid sekitar Rp400 ribu. Nominal tersebut belum ditambah sumbangan dari jamaah masjid tarawih yang cukup untuk membiayai istri dan empat orang anaknya.