Pembaca yang diberkahi Allah. Ada beberapa pertanyaan terkait dengan istigfar. Kapan sesungguhnya kita harus beristigfar atau memohon ampunan kepada Allah? Apakah beristigfar hanya dilakukan oleh orang-orang yang berdosa? Cukupkah amal kita sehingga kita merasa tidak berdosa lantas tidak beristigfar?
Deretan pertanyaan ini bisa bertambah banyak. Sesuai dengan kehendak sang penanya. Meski begitu mari coba kita telaah pertanyaan di atas dengan jawaban yang terdapat dalam Al-Quran.
Allah berfirman dalam QS. An-Nashr 110:1-3. “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.”
Ayat ketiga pada QS. An-Nashr (110) di atas adalah perintah untuk beristigfar. Perintah memohon ampunan ini bukan ketika didatangkan musibah melainkan ketika didatangkan kemenangan, kebahagiaan. Karena ini perintah, maka kita harus melaksanakannya, yaitu beristigfar di saat senang. Memang keren beristigfar ketika susah, tapi lebih keren lagi beristigfar ketika senang.
Ayat di atas memang bukan hanya tentang istigfar. Perintah sebelumnya adalah bertasbih dan bertahmid lalu kemudian beristigfar. Tiga kata ini ampuh untuk membuat Allah jatuh cinta kepada manusia. Allah akan memberinya ampunan dan kasih sayang.