Zeffry Alkatiri, penulis dan sejarawan dari School of Cultural Studies Universitas Indonesia, mengatakan ada perbedaan antara dua kelompok migrasi Arab yang datang ke Indonesia.
"Ada persepsi umum bahwa diaspora Arab di Indonesia adalah keturunan dari mereka yang bermigrasi dari Hijaz, ketika sebenarnya ada perbedaan yang signifikan antara kedua wilayah (Hadhramaut dan Hijaz)," kata Zeffry kepada Arabnews.
"Itu jelas dari (reaksi) seorang pejabat tinggi pemerintah yang menghadiri konvensi tentang Hadhramis di Indonesia beberapa tahun lalu. Dia tidak bisa mengatakan bahwa ada perbedaan dalam komunitas Arab di Indonesia."
Zeffry menambahkan, perbedaan warga keturunan Arab dengan yang lainnya adalah ekosistem perdagangan di Ampel.
"Perdagangan dan bisnis yang telah berjalan selama beberapa generasi ini kemudian menjadi fondasi dalam membuat Kampung Arab tetap hidup," pungkasnya.
(Hantoro)