HAZZA Al Mansouri, astronot pertama Uni Emirat Arab, telah kembali dari misi luar angkasa. Ia pun meyakinkan publik dunia bahwa bumi memang bulat alias tidak rata.
"Ini bola. Saya telah melihatnya dengan mata saya sehingga saya bisa mengatakan ini kepada Anda sendiri," tutur Hazza Al Mansouri ketika berbincang dengan para ahli teori konspirasi dalam konferensi pers yang diadakan di Rusia, dikutip dari Al Araby, Kamis (11/6/2020).
Muslim astonaut ini meninggalkan bumi pada 25 September 2019 dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan dengan roket Rusia dalam ekspedisi untuk melakukan beberapa percobaan sains di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS).
Ketika ditanya apa kata-kata pertamanya saat mendarat kembali di bumi pada 3 Oktober 2019, Al Mansouri mengucapkan, "Alhamdullilah yang gembira."
Sementara Muslim astronout lainnya, Datuk Dr Sheikh Muszaphar Shukor Sheikh Mustapha, asal Malaysia, juga mengungkapkan bahwa bumi berbentuk bulat.
Dr Sheikh Muszaphar Shukor menerangkan sulit mengartikulasikan bagaimana rasanya berada di ruang angkasa, tetapi ia menjelaskan bahwa bumi memang berbentuk bola.
"Geosfer, tepatnya. Hancur di kutub dan menggembung di Ekuator. Tidak seperti bola, tetapi lebih ke telur (dalam bentuk)," tulis Dr Sheikh Muszaphar Shukor dalam unggahan di akun Instagram-nya, dinukil dari Malaymail.
Selain dua sosok tersebut, masih banyak Muslim astronout yang pernah melakukan misi ke luar angkasa dengan berbagai misi. Berikut ini pemaparannya, sebagaimana dikutip dari Wikipedia:
1. Sultan bin Salman Al Saud
Sultan bin Salman Al Saud merupakan astronaut asal Arab Saudi. Ia menjadi Muslim pertama, warga negara pertama Arab Saudi, orang pertama dari Tanah Arab, dan keturunan keluarga kerajaan pertama di luar angkasa.
Sultan ke luar angkasa menjalankan misi STS-51-G pada 17 Juni 1985.
2. Muhammed Faris
Muhammed Ahmed Faris lahir pada 26 Mei 1951. Ia adalah seorang penerbang militer asal Suriah. Faris merupakan warga pertama Suriah dan kedua dari Tanah Arab yang terbang ke luar angkasa. Ia melaksanakan misi Mir EP-1 pada 22 Juli 1987.
3. Musa Manarov
Musa Khiramanovich Manarov lahir di Kota Baku, Azerbaijan, pada 22 Maret 1951. Ia adalah kolonel Angkatan Udara Soviet dan lulus dari Institut Penerbangan Moskow dengan kualifikasi teknik pada 1974. Musa terpilih menjadi kosmonot pada 1 Desember 1978.
Ia menjalankan misi Mir EO-3 pada 21 Desember 1987 dan Soyuz TM-11 pada 2 Desember 1990. Total ia berada di luar angkasa selama 541 hari.