"Santri harus membawa alat-alat pribadi, sajadah punya sendiri, alat makan dan minum sendiri, handuk, sabun, semua, jadi tidak ada barang yang bergantian," tuturnya.
Melalui Rumah Tahfidz Center sebagai pusat managemen rumah tahfidz, Ustadz Agus juga mengimbau agar setiap rumah tahfidz menyediakan termogram atau alat ukur suhu tubuh dengan tujuan agar setiap santri yang memasuki kawasan rumah tahfidz benar-benar dalam kondisi sehat.
Kemudian antisipasi lainnya, seperti menggunakan masker di area rumah tahfidz, menjaga social distancing hingga penggunaan face shield pun diterapkan.
"Pola hidup bersih dan sehat pun diberlakukan dengan mengimbau santri agar mencuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun. Selain itu ia juga mengatakan perlunya penyemprotan cairan disenfektan secara berkala oleh rumah tahfidz," terangnya.
(Salman Mardira)