Dahsyatnya Kekuatan di Balik Pelaksanaan Sholat

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis
Sabtu 20 Juni 2020 20:15 WIB
Ilustrasi (Shutterstock)
Share :

BERIBADAH adalah waktu di mana kita merefleksikan serta berserah diri kepada Allah SWT. Dalam momen sakral ini, kita seakan melepas dunia sejenak untuk berkomunikasi secara intim dengan Sang Pencipta.

Spesialis psikologi Islam Monique Hassan dalam artikelnya di aboutislam menyebutkan, dalam beribadah, niscaya kita akan menemukan ketenangan, karena terlepasnya emosi yang bergemuruh dalam jiwa.

Baca juga: Ini Tata Cara Sholat Gerhana Matahari

Ibadah dalam Islam salah satunya ialah sholat, yang merupakan hadiah, berkah, sebuah momen terapi diri, dan yang paling penting; sifatnya utama untuk dilaksanakan dalam ibadah.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Thaahaa Ayat 14:

اِنَّنِیۡۤ اَنَا اللّٰہُ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّاۤ اَنَا فَاعۡبُدۡنِیۡ ۙ وَ اَقِمِ الصَّلٰوۃَ لِذِکۡرِیۡ

Artinya: Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku. (QS. Thaahaa 20:14)

Pada dasarnya, jenis sholat terbagi menjadi dua. Pertama sholat wajib yang ditunaikan setiap harinya 5 waktu. Kedua sholat-sholat sunah yang didirikan untuk menambah pahala atau memiliki suatu keinginan.

Apalagi jika disertai dengan memanjatkan doa, yang semakin menambah khidmat beribadah dan membuat kita lebih dekat secara spiritual dengan Sang Pencipta.

Selain wajib, sholat 5 waktu juga sangat diperlukan oleh dasar diri manusia, seperti halnya mental. Sholat adalah waktu di mana kita dapat menyempatkan diri untuk mengendalikan pikiran dan menenangkan emosi yang dirasakan.

Seperti halnya dalam perawatan seseorang yang kalut dalam keterlibatan rasa trauma misalnya, dalam proses tersebut pasti para penderita akan dianjurkan untuk bermeditasi secara teratur agar lebih tenang.

Jika diperhatikan, maka beribadah juga termasuk dalam konteks bermeditasi. Jika saja para tenaga profesional kesehatan bagian mental sebegitu yakin dengan manfaat meditasi sebagai bagian dari proses perawatan dan penyembuhan pasien, maka hal ini membuktikan bahwasanya terdapat kekuatan di dalamnya, sama halnya dengan beribadah, untuk kesehatan mental dan kesejahteraan kita secara keseluruhan sebagai seorang manusia.

Sebagai pelengkap sholat, doa dapat dilakukan di mana saja. Saat memanjatkan doa, artinya kita mengakui bahwa Allah SWT memiliki kekuatan untuk mengubah situasi dan kondisi hidup kita sehingga lebih baik.

Ibarat sebuah obat yang diresepkan secara khusus, doa adalah sebuah resep yang harus ditebus sehingga dapat memenuhi apa yang dibutuhkan.

Ketika memanjatkan doa, terdapat 3 jawaban yang disediakan Allah swt untuk kita.

1. Ya

2. Ya, tapi tidak sekarang.

3. Tidak, Aku punya sesuatu yang lebih baik untukmu.

 

Jika direnungkan sejenak, setelah doa dipanjatkan dan hasilnya tak langsung terpenuhi, tak jarang dari kita yang langsung merasa sedih. Padahal, dengan memanjatkan doa, itu tandanya kita meminta nasihat kepada Allah Yang Maha Kuasa pemberi kedamaian dan keselamatan.

Dengan berdoa, itu artinya kita menyerahkan diri kita untuk percaya kepada Allah. Apapun hasilnya, maka diyakini itu adalah jawaban terbaik dari Allah untuk diri kita.

Adanya kekuatan dari shalat dan doa kita temukan dari perasaan damai dan kesadaran yang lebih besar. Setelah melakukan dua hal tersebut, yakinlah bahwa optimisme akan lebih meningkat dan akan jauh lebih positif dalam memandang situasi sekitar. Sebagaimana tertulis firman Allah dalam Surat Al Baqarah Ayat 152-153, yang artinya:

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS Al Baqarah 2:152)

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah 2:153)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya