Penjelasan Rasulullah soal Bersin dan Menguap

, Jurnalis
Selasa 23 Juni 2020 20:02 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

SEJAK virus Corona (Covid-19) mewabah, sebagian besar masyarakat takut dengan seseorang yang bersin atau menguap, karena khawatir akan menularkan penyakit tersebut melalui udara dan pernapasan. Padahal etika keduanya (bersin dan menguap) telah dijelaskan sejak masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.

Dikutip dari buku pintar 'Sains dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah', karya Dr. Nadiah Thayyarah, Diriwayatkan dari Abi Hurairah Nabi Muhammad bersabda:

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersin dan membenci orang yang menguap. Jika salah seorang dari kalian bersin dan mengucapkan ‘Alhamdulillah’ maka bagi muslim yang mendengarnya patut membaca, ‘yarhamukallah’ (semoga Allah merahmatimu). Adapun menguap, ia termasuk perbuatan setan. Jika salah seorang dari kalian menguap, hendaknya ia menutup mulutnya sebisa mungkin. Karena jika salah seorang dari kalian menguap, setan akan menertawakannya.” (HR. Bukhari).

Selain itu, menurut AlKhitabi, cinta dan benci Allah di dalam hadist tersebut kembali kepada sebab keduanya. Bersin timbul dari keringanan tubuh, terbukanya pori-pori dan perut yang tidak terlalu kenyang. Sedangkan menguap, biasanya disebabkan kekenyangan karena terlalu banyak makan.

Baca juga: Arab Saudi Hanya Izinkan 10 Ribu Jamaah Haji

Nabi menjelaskan, bagaimana seseorang mendoakan orang yang bersin. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah bersabda;

“Jika salah seorang dari kalian bersin, hendaknya ia mengucapkan ‘Alhamdulillah’, dan saudara atau temannya hendaknya mengucapkan ‘yarhamukallah’. Dan jika ia telah membaca ‘yarhamukallah’, maka yang bersin hendaknya mengucapkan, ‘yahdikumullah wa yushlih balakum (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu),” (HR. Bukhari).


Sementara itu, menurut para ahli medis menjelaskan menguap adalah bukti kebutuhan otak dan tubuh akan oksigen, serta makanan. Serta bukti melemahnya sistem pernapasan dalam menyuplai oksigen yang dibutuhkan otak dan tubuh.

Hal inilah yang akan terjadi saat mengantuk, pingsan, atau sebelum seseorang meninggal. Menguap berarti menghirup udara dalam-dalam melalui mulut. Apabila mulut tetap terbuka pada saat menguap, maka udara yang masuk ke dalam tubuh akan terkontaminasi berbagai jenis bakteri dan debu.

Oleh sebab itu, Nabi Muhammad menganjurkan kepada umatnya agar menahan keinginan menguap sebisa mungkin, atau menutup mulut dengan telapak tangan kanan atau dengan punggung telapak tangan kiri.

Sebaliknya bersin, merupakan keluarnya udara dari paru-paru melalui hidung dan mulut. Udara itu keluar membawa debu, kotoran dan bakteri yang masuk ke dalam sistem pernapasan.

Untuk itu wajar jika bersin termasuk rahmat Allah, karena bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sedangkan menguap bersumber dari setan, dan mengundang penyakit. Hendaknya seseorang yang bersin untuk memuji Allah, dan yang menguap untuk memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya