Terkait kesiapan SDM, lanjut Bambang, hasil riset menggambarkan bahwa mayoritas amil LAZ punya kapasitas dalam memanfaatkan platform digital. Kesiapan SDM LAZ juga dilihat dari eksistensi divisi IT yang ada di sebagian besar LAZ (63%). Bahkan, 54% dari LAZ yang jadi responden secara khusus memiliki divisi digital marketing.
“Para pengelola LAZ juga menaruh perhatian terhadap pengembangan kapasitas digital amil. Hal ini ditunjukkan oleh 69% LAZ yang mengembangkan program peningkatan kompetensi amil digital, sementara yang mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan SDM mencapai 86%,” terangnya.
Pemaparan hasil riset ini turut dihadiri Co-Chair Badan Pengarah FI, Erna Witoelar dan Ketua Umum FOZ, Bambang Suherman. Riset dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, serta melibatkan 104 lembaga amil zakat dan para stakeholder kunci gerakan zakat Indonesia.
(Rizka Diputra)