Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan Buya Yahya: Momentum Evaluasi dan Peningkatan Amal

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 15 Juni 2026 |14:51 WIB
Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan Buya Yahya: Momentum Evaluasi dan Peningkatan Amal
KH Yahya Zainul Ma'arif.
A
A
A

JAKARTA - Pergantian tahun baru Islam atau 1 Muharram selalu menjadi momen yang dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) yang memiliki keutamaan besar di dalam Islam. Menyambut kedatangan bulan suci ini, ulama karismatik pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Yahya, memberikan panduan mengenai amalan-amalan terbaik yang dianjurkan untuk dikerjakan.

Menurut Buya Yahya, esensi utama dalam menyambut 1 Muharram bukan terletak pada perayaan yang sifatnya seremonial, melainkan pada pemaknaan spiritual yang mendalam. Berdasarkan berbagai dokumentasi dakwah dan kajiannya, berikut adalah beberapa amalan utama yang dianjurkan oleh beliau untuk menghidupkan awal bulan Muharram:

1. Muhasabah (Evaluasi Diri)

Amalan paling mendasar saat memasuki tahun baru adalah melakukan introspeksi atau muhasabah diri. Dalam berbagai kesempatan ceramah rutinnya yang disiarkan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya kerap mengingatkan umat Muslim untuk melihat kembali apa saja yang telah dilakukan selama satu tahun ke belakang. Beliau menyampaikan bahwa momentum pergantian tahun adalah waktu yang paling tepat untuk menyesali segala dosa dan khilaf, kemudian membulatkan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Menurutnya, hijrah yang sesungguhnya dimulai dari tekad kuat meninggalkan keburukan di masa lalu.

2. Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun

Membaca doa akhir tahun sebelum magrib di hari terakhir bulan Dzulhijjah dan doa awal tahun setelah memasuki waktu magrib 1 Muharram sangat dianjurkan. Dalam sesi Tanya Jawab Fikih Keseharian di majelis Al-Bahjah, Buya Yahya memaparkan bahwa amalan doa ini adalah wujud kerendahan hati seorang hamba. Beliau menjelaskan bahwa doa akhir tahun dipanjatkan sebagai bentuk permohonan ampun atas segala dosa setahun lalu, sementara doa awal tahun dibaca sebagai permohonan perlindungan dari godaan setan serta memohon keselamatan dan keberkahan untuk menjalani tahun yang baru.

3. Meningkatkan Puasa Sunah

Salah satu amalan fisik yang sangat ditekankan di bulan Muharram adalah puasa. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Buya Yahya dalam risalah dakwah dan panduan fikih ibadahnya. Dengan merujuk pada hadis sahih riwayat Imam Muslim, beliau menjelaskan bahwa sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram. Oleh karena itu, beliau sangat menganjurkan jamaahnya untuk memperbanyak puasa sunah di bulan ini, khususnya puasa Tasu'a (9 Muharram) dan puasa Asyura (10 Muharram), yang memiliki keutamaan istimewa yakni dapat menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement