Mengenang Hilmi Aminudin, Mubaligh Pemberani Pendiri Partai Politik

, Jurnalis
Rabu 01 Juli 2020 16:30 WIB
Hilmi Aminudin (Okezone)
Share :

JAKARTA – Ustadz Hilmi Aminudin meninggal dunia dalam perawatan akibat sakit dideritanya di Rumah Sakit Santosa Central, Bandung, Jawa Barat, Selasa 30 Juni 2020. Kepergian pendakwah yang pernah mengenyam pendidikan di Madinah ini meninggalkan duka, terutama bagi keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hilmi Aminudin merupakan salah seorang pendiri PKS. Ia ingin menjadikan partai ini sebagai wadah bagi umat memperjuangkan aspirasi sekaligus dakwah. Ia pernah menjabat Ketua Majelis Syuro PKS.

“Kami sangat terkejut mengetahui kabar tersebut. Kami merasa sangat kehilangan mengingat beliau adalah guru, orangtua, sekaligus teladan kami,” kata anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Rabu (1/7/2020).

Baca juga: Bagaimana Hukumnya Merayakan Maulid Nabi Muhammad?

Ketua Badan Perencanaan DPP PKS ini menyatakan, Ustadz Hilmi Aminudin adalah mubaligh yang mendedikasikan seluruh hidupnya bagi kepentingan dakwah.

Selain itu, pada awal munculnya gerakan dakwah tarbiyah di era 1980, ia dikenal sebagai mubaligh yang gigih dan berani untuk berdakwah dari masjid ke masjid atau dari satu kelompok ke kelompok lain untuk mengenalkan ajaran Islam yang menyeluruh (syumul) kepada masyarakat.

“Beliau telah mewakafkan seluruh hidupnya untuk kepentingan umat. Semasa hidupnya, almarhum adalah sosok yang gigih dan berani untuk mengajar ngaji bagi masyarakat dari satu tempat ke tempat lain kendati harus sembunyi-sembunyi. Sebab, di masa itu sulit sekali untuk berdakwah secara terbuka sebagaimana yang bisa kita lakukan sekarang,” kata Bukhori.

Secara historis, menurut Bukhori, salah satu keberhasilan Ustadz Hilmi Aminudin dalam berdakwah adalah kesuksesannya membentuk Partai Keadilan (PKS sekarang) pada 1998. Dengan kapasitas yang dimiliki, ia berhasil mengkonsolidasikan potensi umat Islam, khususnya generasi muda kala itu meskipun di bawah bayang-bayang cengkraman pemerintahan Orde Baru yang represif.

“Sehingga pada saat meletusnya reformasi, dengan kepiawaiannya, beliau mampu menghadirkan sebuah partai Islam bernama Partai Keadilan yang kemudian dikenal dengan nama PKS,” sambungnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya