Demikianlah, kejahatan yang dilakukan oleh seseorang akan membuatnya tidak tenang menjalani hidup. Hatinya gelisah, jiwanya resah, batinnya gundah. Karena ada perasaan bersalah atas apa yang telah dilakukannya.
Untuk itu, mari kita sadari bahwa manusia adalah makhluk mulia. Bahkan kemuliaan manusia bisa melebihi malaikat sekalipun. Mengapa demikian? Ya, karena malaikat menjadi makhluk yang taat dan tidak pernah membantah perintah Allah, disebabkan tidak adanya nafsu dalam dirinya. Malaikat hanya dikaruniai akal oleh Allah.
Sedangkan manusia, selain diberi akal juga diberi nafsu. Jika akal dapat membimbing nafsu, sehingga lebih cenderung kepada kebaikan, maka di situlah kemuliaan manusia mengungguli malaikat. Sebaliknya, jika nafsu yang lebih menguasai diri manusia, maka dia akan terjatuh dalam lembah kehinaan. Bahkan, al-Qur’an menggambarkan kondisi manusia yang demikian ini layaknya binatang ternak, bahkan lebih rendah lagi dari itu.
Kemuliaan yang sudah Allah berikan kepada kita hendaklah kita jaga. Jangan pernah kita menghinakan diri dengan melakukan tindakan tidak terpuji. Sungguh, harga diri atau kehormatan itu sangat mahal harganya. Seseorang yang menjaga harga dirinya akan terus dihormati dan dihargai orang lain. Sementara mereka yang tidak peduli dengan harga diri serta kehormatan dirinya, sehingga tanpa risih dan malu melakukan tindakan tidak terpuji, akan dipandang rendah oleh orang lain.
Seseorang yang terbiasa melakukan tindakan tidak terpuji, maka tidak hanya di hadapan manusia dia dipandang rendah, di hadapan Allah pun dia terlihat hina. Kalau sudah demikian, apalagi yang bisa diharapkan dalam hidup ini. Manusia tak menghargai, Allah pun tidak peduli.
(Salman Mardira)