Ini Modal Indonesia untuk Mencegah Terjadinya Konflik seperti di Timur Tengah

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 27 Juli 2020 23:50 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)
Share :

KONFLIK di Timur Tengah yang terjadi sesama umat Islam sempat dikhawatirkan akan merembet ke Indonesia, sehingga perlu upaya pencegahan yang serius dari pemerintah dengan dukungan dari masyarakat.

Sekretaris Jenderal Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Denny Sanusi bersyukur bahwa konflik berkepanjangan seperti yang terjadi di Timur Tengah tidak sampai terjadi di Indonesia.

“Kita optimis yang namanya ‘Arab Spring’ yang kemarin terjadi itu tidak akan terjadi di Indonesia. Keyakinan ini berdasarkan suatu analisa dan sekaligus apa yang ada di rakyat Indonesia, karena di Timur Tengah tidak ada yang namanya ormas (organisasi kemasyarakatan) apalagi ormas keagamaan. Yang ada paling ormas kepemudaan seperti ormas olahraga dan lainnya,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan yang ada di Indonesia. Menurutnya bangsa Indonesia ini sungguh luar biasa karena memiliki banyak sekali ormas keagamaan yang sebagian besar ormas Islam dan juga ormas-ormas lainnya. Dimana hubungan antar ormas dan masyarakatnya sendiri ini juga sangat baik.

“Karena perbedaan-perbedaan seperti etnis dan adat istiadat itu telah disatukan oleh para founding fathers kita waktu awal kemerdekaan dengan adanya Bhinneka Tunggal Ika, adanya Pancasila dan juga ada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Dan itu semua sudah ditanamkan sejak dulu dan itu sudah terbukti sampai sekarang. Meskipun ada beberapa PR (pekerjaan rumah) tertentu di sana-sini, tapi sampai saat ini konflik berkepanjangan yang terjadi di negara luar itu tidak ada di negara kita,” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) ini.

Baca juga: Jokowi Sumbang Sapi Kurban Berbobot 856 Kg untuk Aceh

Dirinya meyakini bahwa para pemuka agama khususnya dari komunitas Islam, akan maksimal untuk mencegah hal-hal yang mengarah kepada konflik berkepanjangan seperti yang terjadi di Timur Tengah tersebut agar tidak samapi terjadi di Indonesia. Dan hal itu menurutnya bisa diwujudkan karena adanya ormas-ormas kepemudaan, ormas agama, ormas lintas agama dan sebagainya.

“Kita juga di LPOK ada yang namanya lintas agama, karena kami terdiri dari 14 ormas Islam dan 6 ormas keagamaan lainnya. Ada ormas Katolik, Buddha, Hindu yang kesemuanya bekerja bersama,” ujarnya.

Sehingga, misalnya ada suatu konflik contohnya adalah melibatkan agama Islam dan Kristen, menurutnya para tokoh-tokoh agama yang ada disitu akan ikut serta untuk langsung turun tangan dan diselesaikan secara kekeluargaan dan secara damai.

Dimana keberadaan LPOK dengan 20 ormas lintas agama itu atau di tingkat provinsi ada yang namanya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) itu memiliki fungsi yang sangat vital.

“Dan tugas kami menyelesaikan konflik-konflik yang ada di daerah masing-masing. Konflik-konflik yang bernuansa agama dan bernuansa sektarian. Dan menurut kami fungsi-fungsi itu memang sudah berjalan efektif dan itu terjadi di seluruh Indonesia,” terangnya pria yang juga menjadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPP PITI) itu.

Denny berpesan kepada pemerintah untuk tetap bekerjasama dengan ormas-ormas yang ada. Karena menurutnya ormas-ormas keagamaan yang tergabung dalam wadah LPOI dan LPOK itu mempunyai massa yang berakar hingga ke bawah. Dan hal ini bisa membantu pemerintah dalam hal menjaga perdamaian dan kerukunan di Indonesia.

“Ada semacam ungkapan bahwa kita harus menanamkan cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Hal seperti itulah yang harus ditanamkan. Jadi kalau ada orang-orang yang mau merongrong NKRI, kita akan terpanggil. Karena kita kaitkan cinta tanah air adalah sebagian dari iman,” ucap Denny.

Ia berpendapat bahwa masyarakat Indonesia sendiri terkenal dengan gotong-royongnya. Dari Sabang sampai Merauke yang banyak sekali suku, etnis dan juga agamanya dapat hidup dengan rukun.

Dan hal ini menurutnya tidak terlepas dari warisan para founding father yang merangkum semua perbedaan itu ke dalam Bhineka Tunggal Ika dan ke dalam wadah Pancasila.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya