PARA santri yang kembali ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur menjalani karantina terlebih dulu. Tujuannya dalam rangka mencegah penularan virus corona atau Covid-19 di lingkungan pesantren.
“Bahwa karantina santri ini bertujuan agar memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini, yang hingga saat ini belum menghasilkan kabar yang menggembirakan,” kata staf pesantren Ustadz Muhammad Kaffal seperti dikutip dari Tebuireng.Online, Rabu (29/7/2020).
Pesantren Tebuireng menyiapkan ruangan isolasi untuk santri akhir atau kelas 3 yang hendak kembali ke pondok. Terdapat beberapa titik yang dijadikan sebagai ruangan isolasi, antara lain, kampus Ma’had Aly Tebuireng, Unhasy, dan MTs Salafiyah Syafi’iyah.
Lalu, apa kegiatan para santri selama karantina di lingkungan pesantren?
Di masa karantina, ternyata para santri tetap beraktifitas secara rutin ala pesantren. Artinya tidak bisa bermalas-malasan. Aktivitasnya dimulai dari sebelum subuh.
Baca juga: Warga DKI di Zona Merah Sebaiknya Tak Sholat Idul Adha di Masjid
“Para santri dibangunkan untuk menjalankan shalat tahajud kemudian dilanjutkan dengan Sholat Subuh berjamaah,” kata Lukman, seorang santri Pesantren Tebuireng yang mengikuti prosesi karantina.
Para santri juga diajurkan berolahraga pagi seperti senam maupun sepak bola, agar mereka tidak jenuh selama karantina. “Dua hari sekali untuk senam, dua hari lagi untuk bermain bola. Jadi diselang-seling,” ujar Lukman.
Pengajian tetap digelar setelah Sholat Maghrib di setiap ruangan karantina masing-masing. Kitab dikaji saat pengajian ialah kitab Arbauna Haditsan Fi Fadhoilil Qur’an, 40 hadits tentang keutamaan Alqur’an.
(Salman Mardira)